Ini Regulasi Terbaru OJK Untuk Fintech

Ini Regulasi Terbaru OJK Untuk Fintech

Perkembangan Fintech di Indonesia terbilang sangat signifikan. Kemudahan yang ditawarkan oleh Fintech membuat banyak masyarakat Indonesia tertarik menggunakan jasa dari berbagai perusahaan yang membuat produk dalam bidang Fintech.

Seperti yang sudah diketahui, Fintech merupakan pemanfaatan teknologi untuk bidang keuangan. Adanya teknologi membuat banyak kemudahan bagi berbagai sektor keuangan, ini pula yang dilihat oleh banyak perusahaan dan pada akhirnya mencoba peruntungan mendirikan perusahaan yang bergerak dalam bidang ini.

Inovasi akan selalu lebih dahulu muncul daripada regulasi, hal ini pula yang juga dialami oleh Fintech.

Seperti inovasi-invoasi yang sudah pernah ada, biasanya pemerintah akan mempelajari terlebih dahulu sebelum membuat peraturan(regulasi) mengenai hal ini.

Maraknya perusahaan yang tidak terverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan(OJK) membuat masyarakat diminta untuk mewaspadai berbagai produk Fintech yang bermunculan. Masyarakat diminta untuk mengikuti perkembangan mengenai informasi Fintech dan regulasi terbaru dari OJK.

Baru-baru ini, OJK mengeluarkan regulasi baru sehingga masyarakat diminta untuk lebih memahami sebelum menggunakan jasa dari berbagai perusahaan Fintech.

Poin baru apa saja yang dikeluarkan oleh OJK terkait jasa Fintech? berikut kami beberkan!

#1. Pengawasan dan pemeliharaan ekosistem Fintech

Untuk setiap Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang belum mendapatkan nomor pencatatan, maka Inovasi Keuangan Digital (IKD) belum boleh dilakukan. Hal ini karena untuk menjaga ekosistem sehat pada bidang Fintech.

Menjaga ekosistem Fintech sangat penting karena semua pihak turut andil dalam perputaran roda ekonomi ini.

#2. Menginisiasi Fintech center

Pentingnya membuat Fintech center merupakan hal yang juga diperhatikan oleh OJK. Pihak ini meminta dibuatnya Fintech center guna bisa menjalin informasi antara pemilik otoritas dan pelaku IKD.

#3. Peningkatan literasi dan inklusi

OJK juga meminta penyelenggara IKD mengadakan berbagai kegiatan literasi dan inklusi tentang keuangan. Ini merupakan langkah guna membuat pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat.

#4. Menyediakan customer service berbasis teknologi

Ini sebenarnya hampir semua pegiat Fintech telah memilikinya, tetapi masih ada beberapa pelaku Fintech yang belum memiliki customer services berbasis teknologi yang memudahkan berbagai komplain, pertanyaan atau hal lainny terkait Fintech.

#5. Menerapkan prinsip dasar perlindungan konsumen

Pelaku Fintech diharapakn bisa menerapkan perlindungan terhadap konsumen seperti transparansi, perlakuan secara adil, keandalan, kerahasiaan serta keamanan terhadap data maupun informasi dari konsumen.

Dengan penerapan hal ini, konsumen akan merasakan perlindungan lebih baik dan bisa menjadi hal penting.

Poin lainnya

Beberapa poin lainnya bisa Anda cek melalui Peraturan OJK No. 13/POJK.02/2018.