Mengapa Lira, Mata Uang Turki Terjun Bebas?

Mengapa Lira, Mata Uang Turki Terjun Bebas?

Turki mengalami masalah ekonomi serius pasca terjun bebasnya mata uang Turki, lira terhadap Dollar Amerika Serikat. Inflasi yang dialami oleh Turki sendiri mencapai 16 persen dan membuat negara tersebut mengalami kepanikan pasca inflasi yang terjadi. Sebenarnya, apa yang membuat lira terjun bebas?

Lira memang sedang mengalami penurunan dari beberapa bulan terakhir, setidaknya hingga saat ini krisi tersebut membuat lira terjun hampir 50 persen sepanjang 12 bulan terakhir terhadap USD.

Ekonomi Turki memang tengah bermasalah, permasalahan seperti permasalahan utang luar negeri yang membengkak, defisit yang besar dan pendanaan terhadap bank yang sangat besar.

Khusus untuk utang, pemerintah Turki mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Selain itu kontruksi yang begitu cepat memaksa Turki untuk melakukan peminjaman besar-besaran terhadap bank dan membuat utang tersebut membengkak.

Krisis dan tekanan AS

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Pepatah itu tampaknya cocok untuk menggambarkan ekonomi Turki pasca inflasi yang terus menerus dialami selama periode 12 bulan terakhir ini, ini ditambah dengan sanksi yang baru saja diterapkan oleh Donald Trump terhadap tarif impor baja dan alumunium dari Turki.

Kebijakan yang dibuat oleh Donald Trump ini merupakan buah dari tidak tercapainya kesepakatan tentang penahanan Pendeta asal Amerika Serikat yang ditahan dengan tuduhan terorisme pasca percobaan kudeta yang terjadi pada tahun 2016 silam.

Laporan menyebutkan bahwa pihak Amerika meminta minggu ini menjadi tenggat waktu pembebasan pendeta tersebut meskipun ini belum benar-benar diumumkan secara resmi oleh Washington.

Inflasi besar-besaran yang dialami Turki dan diperparah dengan sanksi oleh Amerika membuat lira diprediksi akan sulit keluar dari zona merah. Pihak pemeirntah Turki sendiri tengah melakukan beberapa startegi guna menghadapi pelemahan terhadap mata uangnya tersebut.

Erdogan diprediksi tidak mau mengemis bantuan luar

Ditengah pelemahan lira tersebut, Recep Tayyip Erdogan diprediksi tidak akan memohon bantuan luar seperti IMF untuk mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi negaranya tersebut. Hal ini juga dipertegas karena Erdogan menolak menaikkan suku bunga untuk mencoba menstabilkan kembali lira.

Pemilihan menantu laki-laki Erdogan sebagai Menteri Keuangan baru Turki juga diprediksi akan menyulitkan negara tersebut mencari solusi menangani permasalahan krisis keuangan di negara tersebut.

Sebagai tambahan, saat ini banyak wisatawan luar yang diuntungkan dengan pelemahan lira. Tempat-tempat perbelanjaan seperti tas juga banyak dipadati oleh wisatawan yang memanfaatkan melemahnya lira untuk membeli barang-barang yang menjadi lebih murah.