Tentang Investasi Emas Dalam Syariat Islam

Tentang Investasi Emas Dalam Syariat Islam

Akhir 2016 menandai titik balik dalam dunia investasi emas, karena perubahan Hukum Islam (Hukum Syariah) membuka pasar menjadi 25 persen dari populasi global. Secara historis, emas telah menjadi alat yang disukai pelestarian kekayaan umat Islam; Namun, interpretasi Syariah yang terfragmentasi dan membingungkan mencegah banyak investasi pada logam mulia tersebut. Dengan panduan yang jelas dari Standar Emas Syariah yang baru, permintaan emas diperkirakan akan melonjak.

Apa Hukum Syariah?

“Syariah” diterjemahkan ke dalam “jalan” atau “jalan yang menuntun seseorang menuju air.” Berasal dari Quran (kitab suci Islam) dan ajaran nabi Muhammad, Hukum Syariah memberikan panduan religius dan moral bagi umat Islam. Di bawah hukum, sistem keuangan harus memperlakukan orang dengan adil. Para ilmuwan Muslim menafsirkan Quran, sebuah praktik yang disebut ‘fikih’, dan kesimpulan mereka tentang ajaran buku berbeda-beda. Sebenarnya, hampir 60 persen Muslim Amerika sepakat ada beberapa cara untuk menafsirkan Quran. Akibatnya, banyak kebingungan telah mengepung isu investasi emas sampai standar dikeluarkan.

Hukum Syariah dan Emas

Hukum Syariah mengamanatkan bahwa enam barang spesifik, yang dikenal dengan Ribawi, dijual berdasarkan pengukuran dan beratnya: garam, kurma, barley, gandum, dan emas. Karena barang-barang Ribawi tidak bisa diperdagangkan untuk nilai atau spekulasi masa depan, investor Muslim terutama menggunakan emas sebagai mata uang dan membeli perhiasan emas. Dengan penghasilan atau pelunasan bunga terlarang dan dukungan emas fisik yang dibutuhkan, perdagangan emas berjangka tidak mungkin dipertanyakan.

Investasi Emas Syariah

Sampai dengan Organisasi Akuntansi dan Audit Lembaga Keuangan Islam (AAOIFI) secara resmi menyetujui Standar Syari’ah mengenai Emas 3 pada tanggal 5 Desember 2016, umat Islam terbatas pada investasi di bidang real estat, asuransi (takaful), dan obligasi syariah (sukuk) . Berkolaborasi dengan World Gold Council, AAOIFI mengeluarkan panduan yang jelas bagi 1.6 Muslim di seluruh dunia untuk berinvestasi pada produk berbasis emas dan emas. Aturannya juga berlaku untuk perak.

Investasi Emas mana yang sesuai dengan syariah?

Hanya instrumen investasi dimana emas merupakan underlying asset yang sesuai dengan syariah. Penjual instrumen tersebut harus menawarkan penyelesaian hari yang sama atau menunjukkan bahwa ia dapat menghasilkan jumlah emas yang pasti terjual dalam waktu dua puluh empat jam.

Contoh Hukum Syariah Menyetujui Investasi Emas:

  • Kubah emas
  • Rencana tabungan emas biasa
  • Saham pertambangan emas
  • Fisik emas ETF
  • Sertifikat emas