Negara Asia Terbaik Untuk Bisnis

Negara Asia Terbaik Untuk Bisnis

Singapura, diikuti oleh Korea Selatan merupakan negara terbaik untuk menjalankan bisnis, menurut Bank Dunia. Sementara Brunei, Thailand dan India telah mencatat peningkatan yang paling penting dalam kemudahan melakukan bisnis.

Dalam daftar Ease of Doing Business dari World Bank, Singapura telah masuk peringkat sebagai negara terbaik kedua di dunia dalam kemudahan melakukan bisnis tahun 2017. Karena itu telah terbukti juga sebagai negara terbaik di Asia. Hal ini diikuti oleh Korea Selatan sebagai ekonomi terbaik kedua untuk melakukan bisnis di Asia.

Seperti dikutip oleh Xinhua, kawasan Asia-Pasifik memiliki jumlah ekonomi tertinggi yang mencatat jumlah keseluruhan reformasi terbesar sehingga lebih mudah untuk melakukan bisnis, di mana Brunei Darussalam dan Thailand masing-masing menerapkan delapan reformasi.

Hong Kong, Taiwan, Malaysia dan Thailand adalah negara-negara lain di Asia yang memiliki peringkat tinggi dalam kemudahan melakukan laporan bisnis. Sementara Hong Kong telah mencetak peringkat kelima dalam laporan itu, Taiwan dan Malaysia masing-masing menduduki peringkat ke-15 dan ke-24. Thailand telah menempati peringkat ke 26 secara keseluruhan, dan telah mencatat peningkatan yang kuat dalam kemudahan melakukan bisnis.

Seperti yang dilaporkan oleh Inquirer, laporan Bank Dunia, yang mencakup periode dari 2 Juni tahun lalu hingga 1 Juni tahun ini, melacak area indikator seperti kemudahan memulai bisnis, menghubungkan ke jaringan listrik, penegakan kontrak, pajak dan proses kepailitan.

Ekonomi terbesar ketiga di dunia, Jepang, telah menempati peringkat ke-34, sementara Brunei dan Mongolia memiliki peringkat ke-56 dan ke-62. Yang penting Brunei telah dinobatkan sebagai ekonomi paling maju di dunia untuk tahun ketiga berturut-turut.

Laporan siaran pers Ease of Doing Business Secretariat

Menurut siaran pers dari Ease of Doing Business Secretariat di bawah Departemen Energi dan Industri di Kantor Perdana Menteri, perbaikan signifikan dalam peringkat Doing Business selama empat tahun terakhir mencerminkan komitmen serius pemerintah Sultan Hassanal Bolkiah untuk menciptakan Pro- Lingkungan bisnis yang akan memungkinkan diversifikasi lebih lanjut dari perekonomian negara.

“Kami akan bekerja sama dengan sektor swasta dan lembaga pemerintah lainnya untuk mencari solusi yang tepat yang dapat ditindaklanjuti, sesuai waktu, dan ambisius,” kata Menteri Energi dan Industri Brunei, Pehin Datu Singamanteri Kolonel (Rtd) Dato Seri Setia ( Dr) Awang Haji Mohammad Yasmin bin Haji Umar seperti dilansir Inquirer.

China membuntuti negara-negara seperti Bhutan, Indonesia, dan Vietnam yang semuanya telah ditempatkan di depan negara itu dalam kemudahan melakukan laporan bisnis. Negara ini telah ditempatkan di posisi ke-78 dalam laporan, sama seperti tahun 2016.