Rupiah Sentuh Level Terendah Dalam 20 Tahun Terakhir

Rupiah terus alami penurunan, dan kini mencapai titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Rupiah sempat menyentuh angka 14.840  per-dollar Amerika dan ini merupakan titik terendah yang pernah dicapai oleh rupiah pasca krisis tahun 1998 silam.

Ada banyak faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah. Tentu saja ini juga berkaitan dengan beberapa perang dagang(ekonomi) yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap China dan permasalahan politik Amerika terhadap Turki. Kemerosotan rupiah juga diperparah dengan permasalahan ekonomi yang melanda Argentina sehingga menyebabkan Indonesia turut terkena imbasnya.

Bank Indonesia sendiri mencoba melakukan beberapa intervensi guna membantu rupiah kembali menguat. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatkakan “Komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi sangat kuat, terutama stabilitas nilai tukar rupiah… kami mengintensifkan atau kami meningkatkan … volume intervensi di pasar forex,”

Pelamahan rupiah sebenarnya sudah terjadi sejak awal tahun, dimana penurunan rupiah terhadap dollar AS hingga saat ini mencapai 8,7 persen.

Indonesia masih aman?

Gubernur BI, Perry Warjiyo menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih kuat dan stabil meskipiun harga nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika terus naik.

Lebih lanjut Gubernur BI tersebut menegaskan bahwa pihak BI dan pihak terkait lainnya juga terus mewaspadai manuver yang terjadi pada negara lain semisal dampak perang dagang antara Amerika-China, keterpurukan ekonomi Turki dan Argentina.

Salah satu pakar ekonom dari Universitas Indonesia(UI),Lana Soelistianingsih mengatakan pemerintah Indonesia perlu membuat kebijakan jangka pendek untuk menstabilkan dan mengembalikan nilai tukar rupiah lebih kuat. Solusi yang diusulkan oleh memang naikkan suku bunga, atau kedua bisa menjual valas dan menarik rupiah.

Selain menyarankan membuat kebijakan jangka pendek untuk mengatasi pelemahan rupiah seperti saat ini, Lana menilai pemeirntah kedepannya perlu membuat strategi jangka panjang sehingga apabila terjadi ketidakstabilan terhadap isu negara lain, rupiah lebih siap menghadapi tekanan yang ada.

Ketidak pastian pasar global sendiri memang bisa saja terus terjadi kedepannya. Untuk itu, Lana menyarankan pemerintah fokus juga membuat kebijakan jangka panjang sehingga bisa menjaga kestabilan ekonomi Indonesia meskipun banyak terjadi isu di negara lain.