Alasan Masih Banyak Milenial Takut Berinvestasi

Alasan Masih Banyak Milenial Takut Berinvestasi

Generasi saat ini atau biasa disebut milenial merupakan generasi yang akan menjadi penerus peradaban dimasa yang akan datang. Seiring dengan berkembangnya zaman, para milenial dituntut bisa lebih memberikan kontribusi dalam berbagai bidang yang ada.

Di Indonesia, para milenial menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini untuk lebih dikembangkan dan mendapatkan perhatian.

Salah satu hal yang mulai dipopulerkan oleh pemerintah saat ini adalah kebaisaan mulai berinvestasi sejak masih muda.

Jika dahulu investasi diidentikan dengan orang yang sudah bekerja atau yang sudah memiliki modal besar, maka saat ini hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena sudah ada banyak  platform yang bisa digunakan untuk mulai belajar dan berinvestasi ke berbagai hal.

Meskipun pemerintah sudah memberikan informasi lebih lanjut mengenai investasi, tetapi tak jarang milenial saat ini masih merasa ragu atau takut untuk mulai berinvestasi.

Sebenarnya, apa saja faktor yang menyebabkan para milenial masih enggan untuk mulai berinvestasi?

#1. Beranggapan membutuhkan modal besar

Masih banyak anggapan investasi memerlukan modal yang besar. Ini mungkin benar jika dilihat dari masa lalu, tetapi saat ini hal tersebut bukan menjadi masalah.

Sudah ada banyak jenis investasi bahkan bisa didaftarkan secara online dan tidak memerlukan modal yang terlalu besar.

#2. Takut risiko tinggi

Dalam investasi, risiko merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari. Risiko merupakan hal yang memang berpasangan dengan keuntungan dalam investasi.

Jika berbicara risiko, dalam hal apa pun selalu ada risiko. Hal terpenting sebenarnya adalah bagaimana mengelola risiko sehingga bisa menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam berinvestasi.

#3. Salah kaprah investasi

Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa menabung uang berarti sama saja mempertahankan nilai uang tersebut. Ini bisa benar, tetapi itu tergantung pada tingkat inflasi suatu negara.

Bayangkan saat tahun 2000 lalu Anda memiliki uang 1 juta, dan bandingkan apa yang bisa Anda dapatkan dengan nominal yang sama di tahun 2018 ini. Investasi berfungsi untuk membuat uang Anda bergerak dan mendapatkan keuntungan sehingga tidak tergerus inflasi.

#4. Takut uang tidak bisa diambil

Ketidak tahuaan para milenial sering kali membuat mereka beranggapan bahwa uang yang sudah digunakan untuk berinvestasi tidak bisa diambil dalam waktu singkat. Lebih lebih lagi, milenial beranggapan membutuhkan cara yang sulit untuk mengambil uang yang telah disetorkan sebagai modal investasi.

Jika memang Anda berpikir seperti itu, maka hal ini salah total. Untuk mencairkan atau mengambil uang yang sudah diinvestasikan sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.

Nah, jika sudah mengetahui fakta yang sebenarnya – masihkah ragu untuk mulai berinvestasi?

Jenis Investasi Yang Bisa Dicoba Oleh Mahasiswa

Jenis Investasi Yang Bisa Dicoba Oleh Mahasiswa

Yang muda yang berkarya. Ungkapan ini menunjukkan bagaimaan peran pemuda sangat besar sehingga diharapkan untuk mampu berkontribusi melalui berbagai bidang yang digeluti.

Mahasiswa sendiri merupakan gelar yang disandang oleh mereka yang sedang menjalankan akademisi untuk mencapai gelar sesuai bidang yang dipilih. Menjadi mahasiswa bisa dikatakan sebagai salah satu hal besar dalam kehidupan bagi banyak orang. Memang benar jika kesuksesan tidak bisa diukur dengan ia kuliah atau tidak, tapi kuliah bisa menjadi jalan untuk menuju hal tersebut.

Kali ini, kita tidak akan membahas lebih dalam mengenai serba serbi kuliah tetapi kali ini yang akan dibahas adalah tentang jenis investasi yang cocok untuk mahasiswa.

Sebagai mahasiswa yang dicitrakan belum berpenghasilan, tak jarang membuat mahasiswa jarang sekali memikirkan untuk memulai melakukan investasi sejak dini. Memang untuk beberapa investasi dibutuhkan modal yang cukup besar, tetapi ada pula jenis investasi dengan modal kecil yang bisa dicoba oleh kamu yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa.

Berikut jenis investasi yang bisa kamu coba saat menjadi mahasiswa.

#1. Trading forex

Trading Forex merupakan aktivitas jual/beli mata uang asing yang bisa dilakukan secara online saat ini. Dengan memanfaatkan naik/turun harga mata uang, kamu bisa mencoba berinvestasi tentunya dengan mempelajari teknis dan analisis lainnya.

Jenis invesatsi tradix forex ini bisa menjadi pilihan bagi kamu yang masih berstatus sebagai mahasiswa.

#2. Trading saham

Jika tadi kamu bisa mencoba melakukan jual/beli mata uang, maka hal lain yang juga bisa kamu lakukan untuk berinvestasi saat menjadi mahasiswa adalah trading saham.

Kamu bisa membeli berbagai saham yang disedikan oleh perusahaan terbuka. Dari saham tersebut, kamu bisa mendapatkan keuntungan dengan hasil bagi keuntungan atau menjual harga saham diatas nilai beli.

#3. Reksa dana

Resksana dana akhir-akhir ini menjadi salah satu pilihan investasi yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai platform untuk mulai bisa berinvestasi reksa dana menjadi salah satu alasannya.

Kamu yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa bisa mencoba jenis investasi ini.

#4. Emas

Ini adalah jenis investasi yang sudah ada dan masih terus diminati hingga saat ini. Apalagi kalau bukan membeli emas sebagai aset guna memanfaatkan untuk investasi jangka panjang.

Saat ini ada banyak layanan untuk membeli emas bahkan secara online. Untuk membeli emas ini sendiri bahkan bisa dibeli mulai dari 0.001 gram yang otomatis terjangkau bagi mahasiswa.

Dari 4 jenis investasi diatas, kamu yang saat ini masih mahasiswa sebisa mungkin sudah mencoba untuk terjun langsung. Tidak butuh dana besar, kamu bisa melakukan jenis investasi diatas dengan modal terbatas. Lebih penting lagi, kamu memang harus mulai mempelajari tentang berbagai jenis investasi karena ini sangatlah penting. Salam sukses!

Mengenal Jenis Investasi Syariah

Mengenal Jenis Investasi Syariah

Saat ini, investasi menjadi salah satu hal yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Kemudahan berinvestasi serta banyaknya pilihan investasi membuat banyak masyarakat Indonesia tertarik untuk memiliki investasi.

Berbicara tentang investasi, tahukah kamu bahwa saat ini juga tengah tren jenis invetasi syariah?

Investasi syariah sendiri merupakan investasi namun menggunakan prinsip dasar hukum syariah Islam. Dan seperti halnya bank syariah, ini juga bukan hanya diperuntukkan bagi mereka yang beragama Islam saja – karena pada dasarnya, ini hanya seperti investasi biasa namun menggunakan prinsip yang berbeda dengan investasi konvensional pada umumnya.

Sama seperti investasi konvensional, investasi syariah juga memiliki banyak jenis investasinya. Beberapa bentuk investasi syariah akan kami bahas dibawah.

#1. Saham syariah

Di Indonesia, ada Jakarta Islamic Index yang merupakan saham yang bisa dibeli dengan menggunakan prinsip syariah. Prinsip syariah disini untuk saham adalah kepemilikan saham dikenal dengan kepemilikian atas perusahaan bukan saham dengan hak istimewa.

#2. Obligasi syariah

Jenis investasi kali ini juga sudah umum ditemui dalam investasi konvensional. Obligasi syariah menerapkan prinsip sertifikitat yang diterbitkan untuk kepemilikan sang investor.

#3. Deposito syariah

Umumnya, deposito di bank konvensional hanya menyimpan sejumlah uang dalam periode waktu tertentu – dan pada waktu pengambilan maka si pemilik uang(investor) akan mendapatkan sejumlah uang(bunga) dari kesepakatan awal. Tetapi pada saat penyetoran uang tadi, kita tidak mengetahui uang yang digunakan untuk apa dan kemana.

Sementara deposito syariah memiliki prinsip yang lebih jelas. Si investor yang menyetorkan uang akan menerima informasi sangat jelas tentang kemana uang akan digunakan, uang yang digunakan untuk usaha dan keuntungan dari usaha yang dijalankan tersebutlah yang akan dibagikan kepada investor.

#4. Reksadana syariah

Bentuk lain dari investasi syariah adalah reksadana syariah. Ini merupakan sekelompok investor yang berjalan untuk bidang syariah. Di Indonesia, PT. Danareksa sudah menerapkan hal ini.

#5. Pasar modal syariah

Mirip seperti pasar modal konvensional, tetapi pasar modal syariah memiliki prinsip untuk melarang jenis perbedaan saham hingga kerugian ditanggung bersama.

 

Tentang Investasi Emas Dalam Syariat Islam

Tentang Investasi Emas Dalam Syariat Islam

Akhir 2016 menandai titik balik dalam dunia investasi emas, karena perubahan Hukum Islam (Hukum Syariah) membuka pasar menjadi 25 persen dari populasi global. Secara historis, emas telah menjadi alat yang disukai pelestarian kekayaan umat Islam; Namun, interpretasi Syariah yang terfragmentasi dan membingungkan mencegah banyak investasi pada logam mulia tersebut. Dengan panduan yang jelas dari Standar Emas Syariah yang baru, permintaan emas diperkirakan akan melonjak.

Apa Hukum Syariah?

“Syariah” diterjemahkan ke dalam “jalan” atau “jalan yang menuntun seseorang menuju air.” Berasal dari Quran (kitab suci Islam) dan ajaran nabi Muhammad, Hukum Syariah memberikan panduan religius dan moral bagi umat Islam. Di bawah hukum, sistem keuangan harus memperlakukan orang dengan adil. Para ilmuwan Muslim menafsirkan Quran, sebuah praktik yang disebut ‘fikih’, dan kesimpulan mereka tentang ajaran buku berbeda-beda. Sebenarnya, hampir 60 persen Muslim Amerika sepakat ada beberapa cara untuk menafsirkan Quran. Akibatnya, banyak kebingungan telah mengepung isu investasi emas sampai standar dikeluarkan.

Hukum Syariah dan Emas

Hukum Syariah mengamanatkan bahwa enam barang spesifik, yang dikenal dengan Ribawi, dijual berdasarkan pengukuran dan beratnya: garam, kurma, barley, gandum, dan emas. Karena barang-barang Ribawi tidak bisa diperdagangkan untuk nilai atau spekulasi masa depan, investor Muslim terutama menggunakan emas sebagai mata uang dan membeli perhiasan emas. Dengan penghasilan atau pelunasan bunga terlarang dan dukungan emas fisik yang dibutuhkan, perdagangan emas berjangka tidak mungkin dipertanyakan.

Investasi Emas Syariah

Sampai dengan Organisasi Akuntansi dan Audit Lembaga Keuangan Islam (AAOIFI) secara resmi menyetujui Standar Syari’ah mengenai Emas 3 pada tanggal 5 Desember 2016, umat Islam terbatas pada investasi di bidang real estat, asuransi (takaful), dan obligasi syariah (sukuk) . Berkolaborasi dengan World Gold Council, AAOIFI mengeluarkan panduan yang jelas bagi 1.6 Muslim di seluruh dunia untuk berinvestasi pada produk berbasis emas dan emas. Aturannya juga berlaku untuk perak.

Investasi Emas mana yang sesuai dengan syariah?

Hanya instrumen investasi dimana emas merupakan underlying asset yang sesuai dengan syariah. Penjual instrumen tersebut harus menawarkan penyelesaian hari yang sama atau menunjukkan bahwa ia dapat menghasilkan jumlah emas yang pasti terjual dalam waktu dua puluh empat jam.

Contoh Hukum Syariah Menyetujui Investasi Emas:

  • Kubah emas
  • Rencana tabungan emas biasa
  • Saham pertambangan emas
  • Fisik emas ETF
  • Sertifikat emas

Memahami Resiko Investasi Di Wall Street

Memahami Resiko Investasi Di Wall Street

Sebagai individu, kita tidak memiliki kontrol atas investasi yang dilakukan dengan uang kita di Wall Street. Konon, kapan kita memiliki kesempatan, dan bukankah kita ingin membuat pilihan dan keputusan terbaik mengenai bagaimana investasi itu diinvestasikan?

Memahami bahwa tidak ada investasi yang sempurna, saya pikir Anda akan menyetujui beberapa strategi mendasar untuk meningkatkan peluang Anda menang di Wall Street. Mari kita pertimbangkan tiga konsep utama: penarikan, dekumulasi dan urutan penarikan.

Penarikan

Drawdown adalah kerugian historis dari sebuah investasi yang dihitung dengan mengurangkan nilai investasi terendah dari nilai tertingginya selama siklus pasar. (Penting untuk dicatat bahwa pemulihan dari penarikan tidak linier, oleh karena itu tingkat pengembalian rata-rata investasi dapat sangat berbeda dari tingkat pengembalian riil).

Sebagai definisi menyatakan, pulih dari kerugian tidak linier – eksponensial. Jadi jika saya kehilangan 50 persen dan kemudian mendapatkan 50 persen, saya tidak utuh. Saya perlu memperoleh 2 x 50 persen, atau 100 persen, untuk mengurangi kerugian 50 persen.

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah mengapa lebih masuk akal untuk menerima lebih banyak risiko saat Anda muda. Dengan lebih banyak waktu untuk pulih, pengembalian Anda tetap dapat menumbuhkan investasi Anda.

Tahukah Anda berapa kali pasar saham memperoleh 20 persen selama lima tahun berturut-turut? Tak pernah! Bagaimana jika Anda tidak punya waktu? Bagaimana jika Anda akan pensiun dan perlu menghabiskan di sarang telur Anda?

Untuk menggambarkan realitas pasar saham, Wall Street menggunakan ungkapan “Tidak ada pohon yang tumbuh ke langit,” yang berarti pasar saham tidak akan naik selamanya. Akhirnya, turun, disebut sebagai “koreksi,” dan apa artinya uang Anda hilang. Drawdown memiliki dampak besar pada pendapatan. Masalahnya hanya diperburuk jika Anda melakukan penarikan. Situasi ini disebut sebagai “dekritulasi.”

Desumulasi

Decumulation adalah suatu kondisi dimana penarikan investasi terjadi sementara, secara simultan, prinsipal tetap diinvestasikan. Oleh karena itu, saat penarikan dilakukan, masih ada potensi keuntungan berkelanjutan. Ada juga risiko kerugian yang terus berlanjut.

Decumulation adalah apa yang setiap pensiunan hadapi dengan sarang sarang pensiun mereka. Bagaimanapun, kita harus mengambil beberapa risiko. Tanpa risiko, tidak ada penghasilan, tidak ada tingkat pengembalian. Kita perlu berinvestasi dengan Wall Street. Hampir tidak mungkin untuk menghindarinya. Namun, kerugian acara sederhana pun pada waktu yang salah bisa meledakkan rencana pensiun sepenuhnya dalam waktu singkat.

Dapatkah saya melukis gambar yang suram? Tentu saja saya bisa. Mari kita bicara tentang satu konsep terakhir: “urutan penarikan” risiko.

Urutan Resiko Penarikan

Jika investasi tidak terlindungi dari kerugian sementara penarikan dilakukan selama pasar turun, yang dieksploitasi oleh penarikan tersebut. Jika seseorang mengambil penarikan dan sekaligus mengalami kerugian serius, maka sangat sedikit peluang pemulihan dan investasinya kemungkinan akan habis seluruhnya dalam waktu yang relatif singkat. Itulah urutan risiko penarikan.

Solusi untuk masalah ini sederhana saja. Cukup, jangan pernah memilih untuk pensiun segera sebelum terjadi penurunan pasar. Selama Anda bisa memprediksi masa depan secara akurat, maka Anda bisa menghindari urutan risiko penarikan sama sekali.

Cara Mengenal Investor Yang Baik Untuk Perusahaan

Cara Mengenal Investor Yang Baik Untuk Perusahaan

Pendanaan adalah satu hal penting dan dapat memutuskan apakah investor benar-benar berhak atas merek Anda adalah merek lain.

Ketika menemukan investor yang merupakan hal yang tepat untuk diingat, termasuk komunikasi, reputasi dan komitmen. Untuk mengetahui apakah investor benar untuk bisnis Anda, berikut enam tip dari wiraswasta itu sendiri.

Anda tidak membenci mereka

“Saya bertanya pada diri sendiri apa yang saya sebut ‘pertanyaan bandara.’ Saya membayangkan saya terdampar di bandara dan penerbangan saya tertunda tiga jam.

Jika saya melihat investor ini di bandara, apakah saya akan langsung menemui mereka dan berkata, ‘Atau apakah saya berpaling dan berharap mereka tidak memperhatikan saya? “Jika saya tidak dapat dengan tegas mengatakan itu yang pertama, mereka tidak cocok.” – Patrick Quinlan, CEO, Convercent

Referensi mereka check out

“Saya meminta calon investor untuk pengenalan perusahaan portofolio yang bukan pemain berkinerja tinggi atau yang telah menantang untuk didukung.

Setiap tahap awal investor, pada suatu saat, berjuang dengan perusahaan, karena para pemula mengalami pasang surut yang besar. pendiri perusahaan portofolio referensi untuk memahami sudut pandang mereka dalam bekerja dengan para investor. “- Milana Rabkin, salah satu pendiri dan CEO, Stem.

Mereka melihat kekuatan Anda

“Riveter adalah tempat kerja bagi para wirausahawan wanita Kami telah memiliki tes lakmus yang bagus untuk investor tahun ini, karena saya telah sangat hamil dengan anak ketiga saya.

Beberapa investor mengungkapkan gagasan yang sangat kuno tentang apa artinya menjadi seorang ibu. , dan sentimen tersebut bersifat nonstest dalam hal bergerak maju Definisi usang tidak mencerminkan kenyataan kita, yaitu bahwa ibu adalah pemimpin yang kuat Kita perlu bekerja sama dengan investor yang memiliki jalur yang sama. “- Amy Nelson, co-founder and CEO , The Riveter.

Mereka berkomunikasi!

“Saya mengirim SMS mereka, biasanya sesuatu yang sensitif terhadap waktu tapi tidak kritis. Jika mereka merespons dengan cepat dan merasa nyaman dengan arus komunikasi ini, maka saya tahu dua hal. Pertama, mereka tertarik dan ingin pindah ke percakapan yang lebih ‘langsung’. ,

Saya akan dapat terus memperbaharui perkembangan bisnis sehingga rapat dewan kami tidak akan selesai diulang. Hal yang tak terduga terjadi baru-baru ini: Seorang VC mengirim SMS kepada saya terlebih dahulu! Itu membuat saya ingin menerima lembaran istilah perusahaannya. “- Gina Ashe, CEO, ThirdChannel

Mereka penasaran

“Di lebih dari satu pertemuan, kami melewati strategi peluncuran dan model bisnis kami, dan para investor menyuarakan kesepakatan mereka. Hal-hal seperti ‘Ini masuk akal’ dan ‘Saya sangat menyukai pendekatan’ muncul berulang-ulang, tapi tidak ada banyak pertanyaan yang bijaksana Ketika kita menindaklanjuti, mereka melakukan hal yang lengkap dalam hal bagaimana mereka memikirkan strategi kita. Kurangnya pertanyaan yang bijaksana sebenarnya adalah satu bendera merah raksasa Sekarang kita tahu. “- Josh Wiesman, co-founder dan CEO, Smilo.

Mereka mengerjakan pekerjaan rumah mereka

“Penting agar kita mempertimbangkan kesehatan dan kesehatan menjadi penting, untuk memastikan mereka mendapatkannya saat memilih pilihan perawatan kulit yang lebih sehat, saya akan bertanya tentang produk yang mereka gunakan setiap hari.

Ini sangat menyenangkan – ini sangat menyenangkan – ini adalah ritual dengan Siapa pun, seorang investor menganggapnya sangat serius dan melaporkan bahwa dia telah mencoba banyak produk kami dibandingkan dengan pilihan konvensional – dia bahkan mencoba lipstiknya dan dengan istrinya, sekarang adalah komitmen! “- Tara Foley, founder, Follain.

Perbedaan Giro Dan Deposito Bank

Perbedaan Giro Dan Deposito Bank

Giro dan deposito berjangka berbeda dalam hal aksesibilitas atau likuiditas dan besarnya bunga yang dapat diperoleh atas dana yang disetorkan. Giro dan deposito berjangka mengacu pada dua jenis rekening deposito yang tersedia di bank atau lembaga keuangan sejenis, seperti credit union.

Deposito Berjangka

Deposito berjangka, yang juga dikenal dengan deposito berjangka, adalah deposito investasi yang dibuat untuk jangka waktu yang telah ditentukan, mulai dari beberapa bulan sampai beberapa tahun. Pengirim menerima tingkat bunga yang telah ditentukan sebelumnya pada deposito berjangka selama jangka waktu yang ditentukan.

Dana yang disimpan untuk periode waktu yang lebih lama memerintahkan tingkat bunga yang lebih tinggi. Rekening deposito berjangka membayar bunga yang lebih tinggi daripada rekening tabungan tradisional.

Dana tidak dapat ditarik dari rekening deposito tanpa penalti, dan penarikan. Pada akhir periode, deposan memiliki opsi untuk menarik dana yang disetorkan ditambah bunga yang diterima, atau menggulirkan dana ke deposito berjangka baru. Bentuk term deposit yang paling umum adalah sertifikat deposito bank, atau CD.

Meminta deposit

Rekening giro menawarkan likuiditas dan kemudahan akses yang lebih baik dibandingkan dengan deposito berjangka tetapi membayar suku bunga yang lebih rendah, dan mungkin mencakup banyak biaya untuk menangani rekening.

Nasabah dapat menarik salah satu atau seluruh dana dalam rekening giro setiap saat tanpa denda atau pemberitahuan sebelumnya.

Dana yang mungkin diperlukan oleh deposan untuk mengakses setiap saat yang menyediakan likuiditas pribadi yang cukup kepada deposan untuk menangani depositnya. Contoh rekening giro meliputi rekening giro, rekening tabungan atau rekening pasar uang biasa.

Itu merupakan penjelasan singkat mengenai perbedaan giro dan deposito. Keduanya memiliki perbedaan dan tentunya keduanya dapat memiliki keuntungan yang jelas hal ini harus sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tentunya menabung ataupun untuk investasi, keduanya memiliki manfaat bagi Anda. Yang paling terpenting dari semua itu adalah, jangan mengeluarkan banyak uang untuk barang atau sesuatu yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan. Beli-lah keperluan, bukan keinginan!