Ini Tanda Kondisi Keuangan Anda Stabil

Ini Tanda Kondisi Keuangan Anda Stabil

Bisa memiliki keuangan berkecukupan dan stabil sudah pasti merupakan harapan bagi semua orang. Tidak kaya raya tetapi stabil, mungkin ini adalah keinginan paling banyak manusia di muka bumi ini. Yah, syukur-syukur bisa kaya raya seperti Tony Stark pasti tidak menolak juga pastinya :p.

Permasalahan keuangan memang susah susah gampang, susah mendapatkannya tetapi sangat mudah untuk dikeluarkannya :D.

Sebaiknya, Anda memang harus mulai melihat dan menilai diri Anda apakah kondisi keuangan yang Anda miliki saat ini sudah bisa masuk dalam kategori stabil. Keuangan stabil disini bukan berarti Anda harus kaya raya, tetapi lebih kepada bisa memenuhi kebutuhan tanpa takut kekurangan.

Mungkin kehidupan seperti ini merupakan yang paling banyak diiingkan oleh manusia. Tidak perlu berlebih tetapi berkecukupan, dan ini bisa didapatkan jika memiliki keuangan yang stabil.

Nah, untuk bisa mengukur apakah keuangan Anda saat ini sudah mencapai kata stabil atau belum – mari coba cek parameternya dibawah ini.

#1. Tidak memiliki kekhawatiran kekurangan uang

Jika Anda termasuk orang yang tidak perlu merasa khawatir tentang permasalahan keuangan, maka ini bisa menjadi parameter bahwa keuangan yang Anda miliki saat ini sudah stabil.

Dengan ketidak khawatiran terhadap permasalahan keuangan khususnya untuk kebutuhan sehari-hari, ini menunjukkan bahwa Anda memiliki keuangan stabil.

#2. Uang tak membuat bertengkar

Orang yang memiliki kestabilan dalam keuangan biasanya akan memiliki kesabaran terhadap permasalahan uang. Mereka yang belum memiliki kestabilan keuangan akan cenderung sangat reaktif khususnya jika dalam permasalahan keuangan.

Jika memiliki kestabilan keuangan, maka pertengkaran karena masalah keuangan hampir pasti bisa dihindari.

#3. Jarang menggunakan kartu kredit

Jika kondisi keuangan Anda sudah stabil, penggunaan kartu kredit biasanya tidak akan terlalu sering.

Penggunaan kartu kredit sendiri sebenarnya sah-sah saja, tetapi jika kartu kredit masih menjadi pembayaran utama apalagi mencicil untuk membeli suatu hal, maka ini menunjukkan keuangan yang belum stabil.

#4. Memiliki dana darurat

Tanda lain bahwa keuangan Anda telah stabil adalah Anda sudah memiliki dana darurat yang sewaktu-waktu dibutuhkan bisa langsung digunakan.

Mereka yang memiliki kestabilan dalam masalah keuangan sudah pasti memiliki dana cadangan untuk berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

#5. Tidak kerja? tidak masalah

Hal lain yang menandakan bahwa keuangan Anda sudah stabil adalah tidak mempermasalahkan jika nantinya Anda sudah tidak bekerja lagi.

Jika sudah memasuki masa pensiun dan tidak perlu memikirkan gaji lagi, itu menandakan bahwa keuangan Anda sudah ada ditahap stabil.

#6. Tidak ada tunggakan utang kredit

Jika Anda sudah tak lagi memiliki utang piutang khususnya untuk barang-barang kredit, ini sudah mendakan bahwa keuangan Anda sudah stabil dan tidak perlu khawatir pengeluaran untuk utang rutin setiap bulannya.

#7. Masih bisa bersedah rutin

Mereka yang memiliki kemampuan finansial yang sudah stabil dapat bersedekah secara rutin. Memang untuk bersedekah tidak harus menunggu keuangan stabil, tetapi mereka yang memiliki keuangan stabil cenderung lebih tak mempermasalahkan jumlah untuk di donasikan.

Sebenarnya masih banyak tanda bahwa keuangan Anda sudah stabil, tetapi 7 poin diatas tampaknya cukup untuk mengukur apakah keuangan Anda sudah mencapai level stabil atau belum. Jadi, keuangan Anda sudah mencapai tahap stabil atau belum?

Alasan Masih Banyak Milenial Takut Berinvestasi

Alasan Masih Banyak Milenial Takut Berinvestasi

Generasi saat ini atau biasa disebut milenial merupakan generasi yang akan menjadi penerus peradaban dimasa yang akan datang. Seiring dengan berkembangnya zaman, para milenial dituntut bisa lebih memberikan kontribusi dalam berbagai bidang yang ada.

Di Indonesia, para milenial menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini untuk lebih dikembangkan dan mendapatkan perhatian.

Salah satu hal yang mulai dipopulerkan oleh pemerintah saat ini adalah kebaisaan mulai berinvestasi sejak masih muda.

Jika dahulu investasi diidentikan dengan orang yang sudah bekerja atau yang sudah memiliki modal besar, maka saat ini hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena sudah ada banyak  platform yang bisa digunakan untuk mulai belajar dan berinvestasi ke berbagai hal.

Meskipun pemerintah sudah memberikan informasi lebih lanjut mengenai investasi, tetapi tak jarang milenial saat ini masih merasa ragu atau takut untuk mulai berinvestasi.

Sebenarnya, apa saja faktor yang menyebabkan para milenial masih enggan untuk mulai berinvestasi?

#1. Beranggapan membutuhkan modal besar

Masih banyak anggapan investasi memerlukan modal yang besar. Ini mungkin benar jika dilihat dari masa lalu, tetapi saat ini hal tersebut bukan menjadi masalah.

Sudah ada banyak jenis investasi bahkan bisa didaftarkan secara online dan tidak memerlukan modal yang terlalu besar.

#2. Takut risiko tinggi

Dalam investasi, risiko merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari. Risiko merupakan hal yang memang berpasangan dengan keuntungan dalam investasi.

Jika berbicara risiko, dalam hal apa pun selalu ada risiko. Hal terpenting sebenarnya adalah bagaimana mengelola risiko sehingga bisa menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam berinvestasi.

#3. Salah kaprah investasi

Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa menabung uang berarti sama saja mempertahankan nilai uang tersebut. Ini bisa benar, tetapi itu tergantung pada tingkat inflasi suatu negara.

Bayangkan saat tahun 2000 lalu Anda memiliki uang 1 juta, dan bandingkan apa yang bisa Anda dapatkan dengan nominal yang sama di tahun 2018 ini. Investasi berfungsi untuk membuat uang Anda bergerak dan mendapatkan keuntungan sehingga tidak tergerus inflasi.

#4. Takut uang tidak bisa diambil

Ketidak tahuaan para milenial sering kali membuat mereka beranggapan bahwa uang yang sudah digunakan untuk berinvestasi tidak bisa diambil dalam waktu singkat. Lebih lebih lagi, milenial beranggapan membutuhkan cara yang sulit untuk mengambil uang yang telah disetorkan sebagai modal investasi.

Jika memang Anda berpikir seperti itu, maka hal ini salah total. Untuk mencairkan atau mengambil uang yang sudah diinvestasikan sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.

Nah, jika sudah mengetahui fakta yang sebenarnya – masihkah ragu untuk mulai berinvestasi?

Pinjam Uang Karena Kurang Biaya Untuk Nikah?

Pinjam Uang Karena Kurang Biaya Untuk Nikah?

Di Indonesia, menikah bagi sebagian orang khususnya yang memiliki keuangan yang tidak begitu baik menganggap pernikahan adalah hal yang sangat ‘mengerikan’. Ini mungkin disebabkan dengan biaya pernikahan yang memang sangat mahal.

Pernikahan di Indonesia biasanya diselenggarakan denga resepsi dan ini yang menyebabkan biaya pernikahan bisa menjadi mahal.

Sebenarnya, pernikahan tidak mewajibkan resepsi seperti umumnya diselenggarakan, tetapi kebudayaan serta faktor lain membuat pernikahan di Indonesia seakan mewajibkan diadakannya resepsi pernikahan. Ini sebenarnya sah-sah saja, tetapi perlu pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk membuat resepsi pernikhan.

Tentang hal ini, ada beberapa pasangan yang sudah membuat tabungan khusus untuk menikah. Ada beberapa calon suami-istri yang bahkan membuat tabungan bersama untuk menabung biaya pernikahan.

Namannya kehidupa, terkadang tidak berjalan sesuai rencana begitu pula rencana pernikahan. Tak jarang waktu yang sudah direncanakan sudah mendekat, tetapi dana yang dimiliki masih kurang. Apa yang harus dilakukan?

Saat ini, beberapa bank memiliki program pinjaman untuk pernikahan. Yang menjadi pertanyaan, perlukah meminjam uang di bank untuk menikah? jawabannya adalah tergantung kondisi.

Sebenarnya, akan lebih baik jika tidak meminjam uang saat melangsungkan pernikahan. Alasannya sangat sederhana, karena setelah menikah kita tidak perlu langsung stres karena memikirkan utang akibat biaya pernikahan.

Nah, jika begitu – solusi berikut mungkin bisa membantu Anda dan pasangan yang akan menikah tetapi tidak ingin berhutang di bank.

#1. Menggeser tanggal

Sebelum menikah, biasanya akan ada pembicaraan mengenai tanggal untuk dilangsungkannya pernikahan. Sebaiknya siapkan segala sesuatu termasuk masalah uang sebelum menyebarkan undangan.

Dengan menerapkan hal ini, jika tanggal yang ditargetkan mendekati dan uang belum mungkinkan, Anda dan pasangan bisa menggeser tanggal dan menunda terlebih dahulu.

#2. Membuat daftar prioritas

Untuk membuat pesta pernikahan, biasanya pasangan akan menggunakan jasa WO. Untuk harga WO sendiri beragam tergantung vendor dan jenis paket yang dipilih.

Pastikan Anda dan pasangan memilih vendor dan paket yang tepat. Prioritaskan hal-hal penting seperti makanan dan dekorasi pengantin.

#3. Memangkas biaya pernikahan

Jika waktu pernikahan telah dekat dan biaya kurang, mungkin sebaiknya Anda melakukan audit untuk melihat adakah hal yang bisa dipangkas?

Jika ada beberapa hal yang bisa dipangkas, ini membuat Anda bisa memangkas pengeluaran untuk melangsungkan pesta pernikahan sehingga tidak perlu diundur.

#4. Mencari pemasukan lain

Jika Anda bersikeras untuk tetap mengadakan pesta pernikahan dan ingin tampil mewah, maka hal lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari pemasukan lain.

Mencari pemasukan lain atau tambahan menjadi solusi lain yang bisa Anda gunakan. Tetapi ini tentu akan menyita waktu Anda lebih banyak.

#5. Resepsi sederhana saja

Meskipun mungkin dengan membuat pesta pernikahan mewah akan memberikan kebanggaan tersendiri, tetapi sejatinya pernikahan bukan hanya tentang pesta pernikahan mewah.

Esensi dari pernikahan bukan tentang pesta mewah, tetapi tentang ikatan dari 2 hati yang kini resmi menjadi pasangan resmi. Untuk itu, jika Anda mengalami kekurangan dana, sebaiknya adakan resepsi pernikahan sederhan saja.

Dampak Negatif Menikah Dini Bagi Finansial

Dampak Negatif Menikah Dini Bagi Finansial

Pernikahan menjadi bukti nyata dari cinta yang sesungguhnya. Pernikahan juga merupakan sebuah hubungan sah yang diharapkan bisa bertahan hingga akhir hayat nanti.

Berbicara tentang pernikahan, ada banyak hal yang bisa dibahas. Salah satu yang marak akhir-akhir ini di Indonesia adalah gerakan yang mengajak untuk menikah dini.

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan saat usia masih sangat muda. Tak jarang pernikahan dini ini membuat banyak orang tercengang lantaran pasangan tersebut dianggap belum layak untuk menyandang beban sebagai pasangan suami-istri.

Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, laki-laki boleh menikah saat menginjak umur 19 tahun, sedangkan untuk perempuan saat menginjak umur 16 tahun. Hal ini berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1974, tentang Perkawinan Bab 2 Pasal 7 Ayat 1.

Tentu saja menikah dini sah-sah saja, tetapi tentu segala sesuatu apalagi yang menyangkut pernikahan harus dipikirkan secara matang. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah dari sisi finansial.

Tak bisa dipungkiri, pernikahan bukan hanya sekedar cinta-cintaan – tetapi pernikahan juga harus meruju akal sehat semisal untuk nafkah yang sudah menyangkut masalah finansial.

Ada beberapa dampak negatif finansial yang bisa terjadi bagi mereka yang menikah dini seperti :

#1. Hanya mengandalkan gaji suami

Ya, mencari nafkah dan memenuhi finansial merupakan tugas utama seorang suami. Pasangan muda biasanya hanya mengandalkan gaji suami untuk menjalani bahtera rumah tangganya.

Permasalahan timbul ketika ternyata kebutuhan dan pengeluaran saat menikah lebih besar dan gaji yang didapat pas-pasan atau bahkan kekurangan. Hal ini akhirnya menimbulkan permasalahan pada hubungan pasangan muda tersebut.

#2. Belum memiliki tabungan/aset

Saat menikah, tak sedikit pasangan muda tersebut belum memiliki tabungan atau aset sehingga mereka harus memenuhi kebutuhannya dengan mengadalkan gaji saja.

Belum memiliki tabungan/aset tentu saja beresiko karena biaya ketika sudah berumah tangga akan lebih besar. Ini belum lagi ketika pasangan tersebut sudah dikaruniai anak sehingga sangat sangat beresiko menikah tanpa memiliki tabungan/aset.

#3. Tanggungan suami banyak

Tak jarang laki-laki yang telah menikah bukan hanya membiayai istri dan anaknya saja, tetapi bisa saja ia juga membiayai orang tua atau saudara-saudaranya.

Tanggungan ini membuat suami harus membagi penghasilannya untuk memenuhi berbagai pengeluaran tersebut dan sering menimbulkan permasalahan.

Memang setiap pasangan bisa saja mengalami permasalahan finansial baik ketika menikah muda atau saat usia telah matang – meski begitu, kedewasaan berpikir khususnya untuk faktor finansial biasanya bisa didapat ketika memasuki usia matang.

Apa pun pilihan kamu, selalu biasakan untuk hidup sederhana dan tidak termasuk orang-orang yang boros.

Ini Regulasi Terbaru OJK Untuk Fintech

Ini Regulasi Terbaru OJK Untuk Fintech

Perkembangan Fintech di Indonesia terbilang sangat signifikan. Kemudahan yang ditawarkan oleh Fintech membuat banyak masyarakat Indonesia tertarik menggunakan jasa dari berbagai perusahaan yang membuat produk dalam bidang Fintech.

Seperti yang sudah diketahui, Fintech merupakan pemanfaatan teknologi untuk bidang keuangan. Adanya teknologi membuat banyak kemudahan bagi berbagai sektor keuangan, ini pula yang dilihat oleh banyak perusahaan dan pada akhirnya mencoba peruntungan mendirikan perusahaan yang bergerak dalam bidang ini.

Inovasi akan selalu lebih dahulu muncul daripada regulasi, hal ini pula yang juga dialami oleh Fintech.

Seperti inovasi-invoasi yang sudah pernah ada, biasanya pemerintah akan mempelajari terlebih dahulu sebelum membuat peraturan(regulasi) mengenai hal ini.

Maraknya perusahaan yang tidak terverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan(OJK) membuat masyarakat diminta untuk mewaspadai berbagai produk Fintech yang bermunculan. Masyarakat diminta untuk mengikuti perkembangan mengenai informasi Fintech dan regulasi terbaru dari OJK.

Baru-baru ini, OJK mengeluarkan regulasi baru sehingga masyarakat diminta untuk lebih memahami sebelum menggunakan jasa dari berbagai perusahaan Fintech.

Poin baru apa saja yang dikeluarkan oleh OJK terkait jasa Fintech? berikut kami beberkan!

#1. Pengawasan dan pemeliharaan ekosistem Fintech

Untuk setiap Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang belum mendapatkan nomor pencatatan, maka Inovasi Keuangan Digital (IKD) belum boleh dilakukan. Hal ini karena untuk menjaga ekosistem sehat pada bidang Fintech.

Menjaga ekosistem Fintech sangat penting karena semua pihak turut andil dalam perputaran roda ekonomi ini.

#2. Menginisiasi Fintech center

Pentingnya membuat Fintech center merupakan hal yang juga diperhatikan oleh OJK. Pihak ini meminta dibuatnya Fintech center guna bisa menjalin informasi antara pemilik otoritas dan pelaku IKD.

#3. Peningkatan literasi dan inklusi

OJK juga meminta penyelenggara IKD mengadakan berbagai kegiatan literasi dan inklusi tentang keuangan. Ini merupakan langkah guna membuat pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat.

#4. Menyediakan customer service berbasis teknologi

Ini sebenarnya hampir semua pegiat Fintech telah memilikinya, tetapi masih ada beberapa pelaku Fintech yang belum memiliki customer services berbasis teknologi yang memudahkan berbagai komplain, pertanyaan atau hal lainny terkait Fintech.

#5. Menerapkan prinsip dasar perlindungan konsumen

Pelaku Fintech diharapakn bisa menerapkan perlindungan terhadap konsumen seperti transparansi, perlakuan secara adil, keandalan, kerahasiaan serta keamanan terhadap data maupun informasi dari konsumen.

Dengan penerapan hal ini, konsumen akan merasakan perlindungan lebih baik dan bisa menjadi hal penting.

Poin lainnya

Beberapa poin lainnya bisa Anda cek melalui Peraturan OJK No. 13/POJK.02/2018.

Mengelola Keuangan Untuk Single Mom

Mengelola Keuangan Untuk Single Mom

Sudah sewajarnya setiap wanita ingin memiliki rumah tangga dan memiliki anak disaat yang tepat. Mereka yang telah berkomitmen untuk berumah tangga tentu menyadari ada berbagai kemungkinan yang bisa terjadi dalam perjalanan rumah tangganya.

Pernikahan yang langgeng, harmonis dan sejenisnya tentu menjadi dambaan bagi setiap pasangan yang memutuskan untuk menikah. Pada kenyataannya, hal-hal dalam pernikahan tak bisa berjalan sesuai kemauan kita.

Bagi wanita, menjadi seorang istri dan ibu berarti memiliki peran krusial – apalagi ini ditambah jika wanita tersebut ikut mencari penghasilan untuk keluarga.

Ada kalanya, seorang wanita harus mengalami status sebagai single mom – entah itu karena memang pernikahannya yang kandas, atau mungkin suaminya yang meninggal.

Tentu saja hal-hal buruk seperti ini tidak ingin dirasakan oleh wanita mana pun di dunia ini. Tetapi faktanya, tak sedikit wanita yang harus menjadi single mom karena berbagai alasan.

Menjadi single mom berarti harus bisa memenuhi berbagai hal, ini juga termasuk soal keuangan.

Bagi single mom, dibutuhkan cara pengelolaan uang yang tepat sehingga bisa melewati fase-fase sulit khususnya untuk masalah keuangan.

Berikut beberapa tips mengelola keuangan bagi single mom yang mungkin sedang kesulitan dalam mengelola keuangannya.

1. Menambah pemasukan

Menjadi orang tua tunggal khususnya ibu tidaklah mudah. Ada banyak peran yang harus dijalani sekaligus, dan untuk masalah keuangan juga harus sangat diperhatikan.

Sebagai single mom, sebaiknya coba cari pemasukan tambahan untuk mengimbangi pengeluaran yang mungkin semakin besar.

2. Membuat anggaran dan catatan keuangan

Sangat penting untuk membuat anggaran dan mencatat berbagai pengeluaran keuangan sehingga bisa untuk mengontrol keuangan kedepannya.

Dengan membuat anggaran keuangan, Anda bisa memperkirakan keuangan yang dibutuhkan sehingga tidak perlu mengeluarkan pengeluaran yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan.

3. Sebaiknya ikut asuransi jiwa dan kesehatan

Sebagai single mom, berarti tumpuan ada pada Anda sendiri. Apabila ada hal-hal buruk terjadi, tentu ini akan membuat keluarga kecil Anda menjadi kacau.

Untuk menghindari semakin kacaunya pengeluaran ketika tertimpa hal buruk, ada baiknya Anda mengikuti program asuransi seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

4. Jangan ada utang!

Jika sebelumnya Anda memiliki hutang, sebaiknya cepat lunasi hutang tersebut!

Hutang bisa menjadi hal yang sangat mengganggu bagi keuangan. Dengan cepat melunasi hutang berarti membuat keuangan Anda lebih cepat sehat karena tidak memiliki beban hutang.

5. Belajar berinvestasi

Sebaiknya mulai pelajari bagaimana caranya berinvestasi. Ada banyak pilhan investasi saat ini yang bisa diikuti, tetapi Anda juga harus berhati-hati dengan investasi yang akan diikuti. Pastikan bahwa investasi yang Anda ikuti telah Anda pelajari lebih dalam sehingga memang menghasilkan keuntungan bukan kerugian.

Demikian beberapa tips mengelola keuangan yang bisa mulai diterapkan bagi Anda yang berstatus sebagai single mom. Stay strong and good luck!

Tanda Anda Harus Segera Memiliki Kartu Kredit

Tanda Anda Harus Segera Memiliki Kartu Kredit

Kartu kredit merupakan kartu yang bisa digunakan untuk berbagai transaksi dengan pembayaran bulanan. Dengan menggunakan kartu kredit, Anda bisa bertransaksi tanpa harus langsung membayar karena pembayaran tagihan akan dibayarkan pada tanggal pembayaran yang telah ditentukan.

Di Indonesia, masih banyak yang beranggapan bahwa kartu kredit merupakan awal dari keborosan. Ini mungkin bisa benar, tetapi bisa juga tidak. Mengapa demikian?

Kartu kredit hanyalah sebuah alternatif pembayaran dan memudahkan, jika terjadi keborosan dengan menggunakan kartu kredit, sebenarnya ini hanya faktor dari pengguna yang tidak mengatur keuangan dan banyak tergoda untuk menggunakan kartu kredit untuk transaksi yang sebenarnya tidak diperlukan.

Kapan sebenarnya atau apa tanda bagi Anda sebaiknya butuh dan mulai mempertimbangkan menggunakan kartu kredit?

1. Suka wisata kuliner

Wisata kuliner menjadi tren setidaknya yang semakin populer akhir-akhir ini. Berbagai kuliner menarik yang dibungkus dengan kemasan kekinian serta banyaknya aneka rasa yang coba ditawarkan oleh pengusaha kuliner membuat tren wisata kuliner berkembang pesat.

Jika Anda merupakan orang yang suka berwisata kuliner, maka memiliki kartu kredit bisa jadi pertimbangan penting untuk Anda, mengapa?

Biasanya tempat makan menyediakan pembayaran dengan kartu kredit, dan tidak sedikit tempat makan dan layanan kartu kredit yang menyediakan banyak promo, diskon hingga cash back bagi pemilik.

2. Suka bepergian ke luar negeri

Kartu kredit dapat digunakan bukan hanya di Indonesia saja, kartu yang sama juga dapat Anda gunakan ketika sedang berada di luar negeri.

Jika Anda suka bepergian ke luar negeri untuk berbagai alasan, memiliki kartu kredit akan memberikan kemudahan bagi Anda sebagai alternatif pembayaran yang fleksibel.

3. Pengusaha

Jika Anda memiliki usaha, khususnya yang sudah menggunakan berbagai layanan online – memiliki kartu kredit menjadi hal yang sangat diperlukan.

Pembelian barang mentah dan sebagainya yang kadang harus mendapatkannya dari luar negeri otomatis membutuhkan pembayaran dengan menggunakan kartu kredit.

4. Pecinta belanja

Jika Anda termasuk orang yang rutin berbelanja baik untuk keperluan pribadi atau dijual lagi, memiliki kartu kredit akan memberikan keuntungan dan kemudahan tersendiri.

Ada banyak promo menarik bagi pengguna kartu kredit untuk berbelanja pada toko tertentu. Jadi, jika Anda merupakan salah satu orang yang sering berbelanja, memiliki kartu kredit akan sangat memudahkan.

Dari 4 tanda diatas, apakah Anda memiliki salah satunya?

Perlu diperhatikan, penggunaan kartu kredit memang harus terus dikontrol – karena dibalik kemudahan biasanya akan membuat penggunanya terbuai sehingga sering over limit.

Rupiah Sentuh Level Terendah Dalam 20 Tahun Terakhir

Rupiah Sentuh Level Terendah Dalam 20 Tahun Terakhir

Rupiah terus alami penurunan, dan kini mencapai titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Rupiah sempat menyentuh angka 14.840  per-dollar Amerika dan ini merupakan titik terendah yang pernah dicapai oleh rupiah pasca krisis tahun 1998 silam.

Ada banyak faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah. Tentu saja ini juga berkaitan dengan beberapa perang dagang(ekonomi) yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap China dan permasalahan politik Amerika terhadap Turki. Kemerosotan rupiah juga diperparah dengan permasalahan ekonomi yang melanda Argentina sehingga menyebabkan Indonesia turut terkena imbasnya.

Bank Indonesia sendiri mencoba melakukan beberapa intervensi guna membantu rupiah kembali menguat. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatkakan “Komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi sangat kuat, terutama stabilitas nilai tukar rupiah… kami mengintensifkan atau kami meningkatkan … volume intervensi di pasar forex,”

Pelamahan rupiah sebenarnya sudah terjadi sejak awal tahun, dimana penurunan rupiah terhadap dollar AS hingga saat ini mencapai 8,7 persen.

Indonesia masih aman?

Gubernur BI, Perry Warjiyo menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih kuat dan stabil meskipiun harga nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika terus naik.

Lebih lanjut Gubernur BI tersebut menegaskan bahwa pihak BI dan pihak terkait lainnya juga terus mewaspadai manuver yang terjadi pada negara lain semisal dampak perang dagang antara Amerika-China, keterpurukan ekonomi Turki dan Argentina.

Salah satu pakar ekonom dari Universitas Indonesia(UI),Lana Soelistianingsih mengatakan pemerintah Indonesia perlu membuat kebijakan jangka pendek untuk menstabilkan dan mengembalikan nilai tukar rupiah lebih kuat. Solusi yang diusulkan oleh memang naikkan suku bunga, atau kedua bisa menjual valas dan menarik rupiah.

Selain menyarankan membuat kebijakan jangka pendek untuk mengatasi pelemahan rupiah seperti saat ini, Lana menilai pemeirntah kedepannya perlu membuat strategi jangka panjang sehingga apabila terjadi ketidakstabilan terhadap isu negara lain, rupiah lebih siap menghadapi tekanan yang ada.

Ketidak pastian pasar global sendiri memang bisa saja terus terjadi kedepannya. Untuk itu, Lana menyarankan pemerintah fokus juga membuat kebijakan jangka panjang sehingga bisa menjaga kestabilan ekonomi Indonesia meskipun banyak terjadi isu di negara lain.

Opening Asian Games 2018 Habiskan Dana Rp 685 Miliar

Opening Asian Games 2018 Habiskan Dana Rp 685 Miliar

Tanggal 18 Agustus 2018 lalu menjadi salah satu hari yang mungkin akan dikenang oleh masyarakat Indonesia atau bahkan seluruh Asia karena telah menyaksikan sebuah pertunjukkan yang sangat istimewa. Pertunjukkan yang dimaksud adalah upacara pembukaan Asian Games 2018.

Kemeriahan pembukaan Asian Games 2018 memang masih terasa meskipun sudah lewat beberapa hari lalu. Mulai dari pertunjukkan motor yang terdapat Presiden Jokowi, hingga berbagai parade tari-tarian dari berbagai budaya Indonesia serta hal menarik dari sisi Indonesia lain dihadirkan hampir sempurna dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 lalu.

Dari hiruk pikuk kemeriahaan pembukaan Asian Games 2018 lalu, pertanyaan lain yang mungkin terlintas adalah, berapa banyak biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk bisa menghadirkan upacara pembukaan yang sangat meriah tersebut?

Biaya yang harus ditanggung pemerintah untuk menyelenggarakan pembukaan Asian Games 2018 berkisar 685 milliar rupiah. Apakah ini termasuk biaya yang sangat mahal untuk sebuah pembukaan acara besar? jawabannya adalah tidak, ini menurut Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

Biaya pembukaan Asian Games 2018 jauh lebih murah dibandingkan pembukaan turnamen besar lain yang pernah ada

Pembukaan Asian Games 2018 lalu menelan biaya sekitar 47 juta dollar AS, jika ini dikonversi menjadi rupiah maka akan menjadi 685 milliar. Jumlah 47 juta dollar ini juga telah mendapat pengurangan dari yang tadinya berjumlah 52 juga dollar AS, beberapa hal yang dikurangi secara efisien berhasil menekan jumlah pengeluaran dan tetap bisa menyajikan banyak hal menarik selama pembukaan Asian Games 2018.

Sebagai perbandingan, Triawan Munaf mengatakan bahwa dana yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia masih jauh lebih murah jika dibandingkan pembukaan turnamen besar. Ia juga mengatakan telah memberikan data dari turnamen yang sudah pernah ada sebelumnya kepada Presiden Jokowi sebagai bahan pertimbangkan.

Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi, Rusia menelan anggaran sekitar 500 juta dollar AS, sementara pembukaan Olimpiade London 2012  menelan anggaran sekitar 200 juta dollar AS.

Salah satu hal yang menarik pada pembukaan Asian Games 2018 lalu adalah dekorasi yang terdapat di GBK. Berbagai pernak pernik seperti Miniatur gunung setinggi 27 meter dengan lebar 130 meter menjadi latar utama panggung. Selain itu terdapat air terjun setinggi 17 meter yang juga terdapat dipanggung utama.

Mengapa Lira, Mata Uang Turki Terjun Bebas?

Mengapa Lira, Mata Uang Turki Terjun Bebas?

Turki mengalami masalah ekonomi serius pasca terjun bebasnya mata uang Turki, lira terhadap Dollar Amerika Serikat. Inflasi yang dialami oleh Turki sendiri mencapai 16 persen dan membuat negara tersebut mengalami kepanikan pasca inflasi yang terjadi. Sebenarnya, apa yang membuat lira terjun bebas?

Lira memang sedang mengalami penurunan dari beberapa bulan terakhir, setidaknya hingga saat ini krisi tersebut membuat lira terjun hampir 50 persen sepanjang 12 bulan terakhir terhadap USD.

Ekonomi Turki memang tengah bermasalah, permasalahan seperti permasalahan utang luar negeri yang membengkak, defisit yang besar dan pendanaan terhadap bank yang sangat besar.

Khusus untuk utang, pemerintah Turki mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Selain itu kontruksi yang begitu cepat memaksa Turki untuk melakukan peminjaman besar-besaran terhadap bank dan membuat utang tersebut membengkak.

Krisis dan tekanan AS

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Pepatah itu tampaknya cocok untuk menggambarkan ekonomi Turki pasca inflasi yang terus menerus dialami selama periode 12 bulan terakhir ini, ini ditambah dengan sanksi yang baru saja diterapkan oleh Donald Trump terhadap tarif impor baja dan alumunium dari Turki.

Kebijakan yang dibuat oleh Donald Trump ini merupakan buah dari tidak tercapainya kesepakatan tentang penahanan Pendeta asal Amerika Serikat yang ditahan dengan tuduhan terorisme pasca percobaan kudeta yang terjadi pada tahun 2016 silam.

Laporan menyebutkan bahwa pihak Amerika meminta minggu ini menjadi tenggat waktu pembebasan pendeta tersebut meskipun ini belum benar-benar diumumkan secara resmi oleh Washington.

Inflasi besar-besaran yang dialami Turki dan diperparah dengan sanksi oleh Amerika membuat lira diprediksi akan sulit keluar dari zona merah. Pihak pemeirntah Turki sendiri tengah melakukan beberapa startegi guna menghadapi pelemahan terhadap mata uangnya tersebut.

Erdogan diprediksi tidak mau mengemis bantuan luar

Ditengah pelemahan lira tersebut, Recep Tayyip Erdogan diprediksi tidak akan memohon bantuan luar seperti IMF untuk mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi negaranya tersebut. Hal ini juga dipertegas karena Erdogan menolak menaikkan suku bunga untuk mencoba menstabilkan kembali lira.

Pemilihan menantu laki-laki Erdogan sebagai Menteri Keuangan baru Turki juga diprediksi akan menyulitkan negara tersebut mencari solusi menangani permasalahan krisis keuangan di negara tersebut.

Sebagai tambahan, saat ini banyak wisatawan luar yang diuntungkan dengan pelemahan lira. Tempat-tempat perbelanjaan seperti tas juga banyak dipadati oleh wisatawan yang memanfaatkan melemahnya lira untuk membeli barang-barang yang menjadi lebih murah.