Ini Tanda Kondisi Keuangan Anda Stabil

Ini Tanda Kondisi Keuangan Anda Stabil

Bisa memiliki keuangan berkecukupan dan stabil sudah pasti merupakan harapan bagi semua orang. Tidak kaya raya tetapi stabil, mungkin ini adalah keinginan paling banyak manusia di muka bumi ini. Yah, syukur-syukur bisa kaya raya seperti Tony Stark pasti tidak menolak juga pastinya :p.

Permasalahan keuangan memang susah susah gampang, susah mendapatkannya tetapi sangat mudah untuk dikeluarkannya :D.

Sebaiknya, Anda memang harus mulai melihat dan menilai diri Anda apakah kondisi keuangan yang Anda miliki saat ini sudah bisa masuk dalam kategori stabil. Keuangan stabil disini bukan berarti Anda harus kaya raya, tetapi lebih kepada bisa memenuhi kebutuhan tanpa takut kekurangan.

Mungkin kehidupan seperti ini merupakan yang paling banyak diiingkan oleh manusia. Tidak perlu berlebih tetapi berkecukupan, dan ini bisa didapatkan jika memiliki keuangan yang stabil.

Nah, untuk bisa mengukur apakah keuangan Anda saat ini sudah mencapai kata stabil atau belum – mari coba cek parameternya dibawah ini.

#1. Tidak memiliki kekhawatiran kekurangan uang

Jika Anda termasuk orang yang tidak perlu merasa khawatir tentang permasalahan keuangan, maka ini bisa menjadi parameter bahwa keuangan yang Anda miliki saat ini sudah stabil.

Dengan ketidak khawatiran terhadap permasalahan keuangan khususnya untuk kebutuhan sehari-hari, ini menunjukkan bahwa Anda memiliki keuangan stabil.

#2. Uang tak membuat bertengkar

Orang yang memiliki kestabilan dalam keuangan biasanya akan memiliki kesabaran terhadap permasalahan uang. Mereka yang belum memiliki kestabilan keuangan akan cenderung sangat reaktif khususnya jika dalam permasalahan keuangan.

Jika memiliki kestabilan keuangan, maka pertengkaran karena masalah keuangan hampir pasti bisa dihindari.

#3. Jarang menggunakan kartu kredit

Jika kondisi keuangan Anda sudah stabil, penggunaan kartu kredit biasanya tidak akan terlalu sering.

Penggunaan kartu kredit sendiri sebenarnya sah-sah saja, tetapi jika kartu kredit masih menjadi pembayaran utama apalagi mencicil untuk membeli suatu hal, maka ini menunjukkan keuangan yang belum stabil.

#4. Memiliki dana darurat

Tanda lain bahwa keuangan Anda telah stabil adalah Anda sudah memiliki dana darurat yang sewaktu-waktu dibutuhkan bisa langsung digunakan.

Mereka yang memiliki kestabilan dalam masalah keuangan sudah pasti memiliki dana cadangan untuk berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

#5. Tidak kerja? tidak masalah

Hal lain yang menandakan bahwa keuangan Anda sudah stabil adalah tidak mempermasalahkan jika nantinya Anda sudah tidak bekerja lagi.

Jika sudah memasuki masa pensiun dan tidak perlu memikirkan gaji lagi, itu menandakan bahwa keuangan Anda sudah ada ditahap stabil.

#6. Tidak ada tunggakan utang kredit

Jika Anda sudah tak lagi memiliki utang piutang khususnya untuk barang-barang kredit, ini sudah mendakan bahwa keuangan Anda sudah stabil dan tidak perlu khawatir pengeluaran untuk utang rutin setiap bulannya.

#7. Masih bisa bersedah rutin

Mereka yang memiliki kemampuan finansial yang sudah stabil dapat bersedekah secara rutin. Memang untuk bersedekah tidak harus menunggu keuangan stabil, tetapi mereka yang memiliki keuangan stabil cenderung lebih tak mempermasalahkan jumlah untuk di donasikan.

Sebenarnya masih banyak tanda bahwa keuangan Anda sudah stabil, tetapi 7 poin diatas tampaknya cukup untuk mengukur apakah keuangan Anda sudah mencapai level stabil atau belum. Jadi, keuangan Anda sudah mencapai tahap stabil atau belum?

Alasan Masih Banyak Milenial Takut Berinvestasi

Alasan Masih Banyak Milenial Takut Berinvestasi

Generasi saat ini atau biasa disebut milenial merupakan generasi yang akan menjadi penerus peradaban dimasa yang akan datang. Seiring dengan berkembangnya zaman, para milenial dituntut bisa lebih memberikan kontribusi dalam berbagai bidang yang ada.

Di Indonesia, para milenial menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini untuk lebih dikembangkan dan mendapatkan perhatian.

Salah satu hal yang mulai dipopulerkan oleh pemerintah saat ini adalah kebaisaan mulai berinvestasi sejak masih muda.

Jika dahulu investasi diidentikan dengan orang yang sudah bekerja atau yang sudah memiliki modal besar, maka saat ini hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena sudah ada banyak  platform yang bisa digunakan untuk mulai belajar dan berinvestasi ke berbagai hal.

Meskipun pemerintah sudah memberikan informasi lebih lanjut mengenai investasi, tetapi tak jarang milenial saat ini masih merasa ragu atau takut untuk mulai berinvestasi.

Sebenarnya, apa saja faktor yang menyebabkan para milenial masih enggan untuk mulai berinvestasi?

#1. Beranggapan membutuhkan modal besar

Masih banyak anggapan investasi memerlukan modal yang besar. Ini mungkin benar jika dilihat dari masa lalu, tetapi saat ini hal tersebut bukan menjadi masalah.

Sudah ada banyak jenis investasi bahkan bisa didaftarkan secara online dan tidak memerlukan modal yang terlalu besar.

#2. Takut risiko tinggi

Dalam investasi, risiko merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari. Risiko merupakan hal yang memang berpasangan dengan keuntungan dalam investasi.

Jika berbicara risiko, dalam hal apa pun selalu ada risiko. Hal terpenting sebenarnya adalah bagaimana mengelola risiko sehingga bisa menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam berinvestasi.

#3. Salah kaprah investasi

Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa menabung uang berarti sama saja mempertahankan nilai uang tersebut. Ini bisa benar, tetapi itu tergantung pada tingkat inflasi suatu negara.

Bayangkan saat tahun 2000 lalu Anda memiliki uang 1 juta, dan bandingkan apa yang bisa Anda dapatkan dengan nominal yang sama di tahun 2018 ini. Investasi berfungsi untuk membuat uang Anda bergerak dan mendapatkan keuntungan sehingga tidak tergerus inflasi.

#4. Takut uang tidak bisa diambil

Ketidak tahuaan para milenial sering kali membuat mereka beranggapan bahwa uang yang sudah digunakan untuk berinvestasi tidak bisa diambil dalam waktu singkat. Lebih lebih lagi, milenial beranggapan membutuhkan cara yang sulit untuk mengambil uang yang telah disetorkan sebagai modal investasi.

Jika memang Anda berpikir seperti itu, maka hal ini salah total. Untuk mencairkan atau mengambil uang yang sudah diinvestasikan sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.

Nah, jika sudah mengetahui fakta yang sebenarnya – masihkah ragu untuk mulai berinvestasi?

BEI Dorong Startup Indonesia Go Public

BEI Dorong Startup Indonesia Go Public

Indonesia bisa berbangga karena jumlah startup dan perkembangannya menjadi salah satu yang tercepat di dunia. Saat ini, Indonesia setidaknya berada diperingkat ke-6 sebagai negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia.

Dari banyak startup tersebut, sudah ada banyak produk yang sudah familiar di masyarakat. Tokopedia, BukaLapak, Gojek atau lainnya merupakan salah satu produk dari Startup yang sudah sukses dan membuat pendirinya menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia saat ini.

Perkembangan Startup dalam negeri sendiri terus diprediksi akan meningkat. Dengan prediksi tersebut, Startup yang akan dan yang sedang merintis harus menyiapkan berbagai kebutuhan guna membawa perusahaan rintisan bisa bertahan dan meraih kesuksesan seperti perusahaan yang sudah ada.

Salah satu hal yang bisa dilakukan menurut Bursa Efek Indonesia(BEI) adalah Startup yang ada di Indonesia harus mulai dibuat Go Public.

Go Public yang dimaksud adalah perusahaan tersebut menjadi terbuka atau biasa disebut Tbk, sehingga kepemilikan saham bisa diperjual belikan seperti perusahaan lain pada umumnya.

Sebenarnya, apa sih keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan Startup jika memutuskan perusahaannya Go Public?

#1. Meningkatkan Likuiditas perusahaan

Salah satu hal positif yang pasti bisa didapatkan perusahaan yang memutuskan terbuka adalah bisa meningkatkan llikuiditas perusahaan. Dengan begitu, pemilik Startup bisa mengurangi beban pengeluaran khususnya untuk operasional.

#2. Memberikan nilai terhadap perusahaan

Dengan membawa perusahaan Startup sebagai perusahaan terbuka, perusahaan tersebut bisa memberikan nilai untuk harga saham yang dijual kepasaran.

#3. Mudah melakukan merger

Merger merupakan salah satu hal yang sangat lumrah dalam perusahaan besar. Untuk Startup yang memutuskan sebagai perusahaan Tbk. melakukan merger sangatlah mudah, hal ini karena kepemilikan bisa dilakukan hanya dengan jual beli saham di pasaran.

#4. Meningkatkan potensi pasar

Dengan membawa perusahaan Startup menjadi perusahaan terbuka, ini akan memberikan kesempatan perusahaan untuk berkembang lebih pesat lagi karena potensi yang sangat besar. Dengan menjadi perusahaan publik, Startup akan lebih mudah untuk memasarkan hingga menggaet banyak investor.

Nah, itu tadi beberapa hal yang bisa didapatkan oleh perusahaan Startup yang memutuskan untuk menjadi perusahaan terbuka. Kalau untuk dampak negatifnya bagaimana? lain kali akan kami bahas!

Pinjam Uang Karena Kurang Biaya Untuk Nikah?

Pinjam Uang Karena Kurang Biaya Untuk Nikah?

Di Indonesia, menikah bagi sebagian orang khususnya yang memiliki keuangan yang tidak begitu baik menganggap pernikahan adalah hal yang sangat ‘mengerikan’. Ini mungkin disebabkan dengan biaya pernikahan yang memang sangat mahal.

Pernikahan di Indonesia biasanya diselenggarakan denga resepsi dan ini yang menyebabkan biaya pernikahan bisa menjadi mahal.

Sebenarnya, pernikahan tidak mewajibkan resepsi seperti umumnya diselenggarakan, tetapi kebudayaan serta faktor lain membuat pernikahan di Indonesia seakan mewajibkan diadakannya resepsi pernikahan. Ini sebenarnya sah-sah saja, tetapi perlu pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk membuat resepsi pernikhan.

Tentang hal ini, ada beberapa pasangan yang sudah membuat tabungan khusus untuk menikah. Ada beberapa calon suami-istri yang bahkan membuat tabungan bersama untuk menabung biaya pernikahan.

Namannya kehidupa, terkadang tidak berjalan sesuai rencana begitu pula rencana pernikahan. Tak jarang waktu yang sudah direncanakan sudah mendekat, tetapi dana yang dimiliki masih kurang. Apa yang harus dilakukan?

Saat ini, beberapa bank memiliki program pinjaman untuk pernikahan. Yang menjadi pertanyaan, perlukah meminjam uang di bank untuk menikah? jawabannya adalah tergantung kondisi.

Sebenarnya, akan lebih baik jika tidak meminjam uang saat melangsungkan pernikahan. Alasannya sangat sederhana, karena setelah menikah kita tidak perlu langsung stres karena memikirkan utang akibat biaya pernikahan.

Nah, jika begitu – solusi berikut mungkin bisa membantu Anda dan pasangan yang akan menikah tetapi tidak ingin berhutang di bank.

#1. Menggeser tanggal

Sebelum menikah, biasanya akan ada pembicaraan mengenai tanggal untuk dilangsungkannya pernikahan. Sebaiknya siapkan segala sesuatu termasuk masalah uang sebelum menyebarkan undangan.

Dengan menerapkan hal ini, jika tanggal yang ditargetkan mendekati dan uang belum mungkinkan, Anda dan pasangan bisa menggeser tanggal dan menunda terlebih dahulu.

#2. Membuat daftar prioritas

Untuk membuat pesta pernikahan, biasanya pasangan akan menggunakan jasa WO. Untuk harga WO sendiri beragam tergantung vendor dan jenis paket yang dipilih.

Pastikan Anda dan pasangan memilih vendor dan paket yang tepat. Prioritaskan hal-hal penting seperti makanan dan dekorasi pengantin.

#3. Memangkas biaya pernikahan

Jika waktu pernikahan telah dekat dan biaya kurang, mungkin sebaiknya Anda melakukan audit untuk melihat adakah hal yang bisa dipangkas?

Jika ada beberapa hal yang bisa dipangkas, ini membuat Anda bisa memangkas pengeluaran untuk melangsungkan pesta pernikahan sehingga tidak perlu diundur.

#4. Mencari pemasukan lain

Jika Anda bersikeras untuk tetap mengadakan pesta pernikahan dan ingin tampil mewah, maka hal lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari pemasukan lain.

Mencari pemasukan lain atau tambahan menjadi solusi lain yang bisa Anda gunakan. Tetapi ini tentu akan menyita waktu Anda lebih banyak.

#5. Resepsi sederhana saja

Meskipun mungkin dengan membuat pesta pernikahan mewah akan memberikan kebanggaan tersendiri, tetapi sejatinya pernikahan bukan hanya tentang pesta pernikahan mewah.

Esensi dari pernikahan bukan tentang pesta mewah, tetapi tentang ikatan dari 2 hati yang kini resmi menjadi pasangan resmi. Untuk itu, jika Anda mengalami kekurangan dana, sebaiknya adakan resepsi pernikahan sederhan saja.

Kerja Remote, Cara Kerja Jaman Now

Kerja Remote, Cara Kerja Jaman Now

Pernahkah kamu mendengar istilah ‘kerja remote’? bukan bukan, ini maksudnya bukan seseorang yang bekerja menekan remote tv atau sejenis ya! ūüėÄ

Kerja remote merupakan definisi bagi seseorang yang bekerja dari jarak jauh(remote) sehingga tidak memerlukan kehadiran langsung secara fisik seperti pekerja pada umumnya. Kerja remote ini semakin berkembang dan diminati khususnya karena perkembangan teknologi seperti internet yang terus berkembang pesat.

Di Indonesia, tren bekerja remote sendiri tampaknya akan terus berkembang. Dengan keunggulan yang dimiliki, kerja remote banyak menjadi incaran oleh masyarakat milenial.

Bagaimana tidak, hanya bekerja dari rumah/kafe/tempat lain bisa menghasilkan uang yang tak kalah dengan pekerja pada umumnya.

Memang, tidak bisa dikatakan jika pekerja remote selalu memiliki keunggulan dalam banyak hal dibanding pekerja biasa, tetapi ada beberapa keunggulan bekerja remote yang membuat pekerjaan remote merupakan cara bekerja jaman now yang banyak digandrungi.

Kali ini, kami tidak akan membahas sisi negatif dari bekerja remote. Ya, tak bisa dipungkiri, apa pun itu selalu saja ada negatifnya bukan?

Kami ingin membahas mengenai apa saja keunggulan jika kamu bekerja sebagai pekerja remote.

#1. Tidak perlu macet-macetan!

Karena tidak perlu ke kantor secara fisik, jadi bekerja remote tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama di jalan seperti pekerja pada umumnya. Pekerja remote bisa mengerjakan pekerjaan dari mana saja termasuk rumah, sehingga tidak perlu keluar rumah untuk bekerja.

Memang, terkadang rasa jenuh mengerjakan pekerjaan di rumah bisa menghampiri. Sesekali keluar rumah dan kena macet tentu bukan suatu masalah besar bukan?

#2. Waktu fleksibel

Hal lain yang bisa didapatkan dengan bekerja remote adalah biasanya memiliki waktu yang lebih fleksibel. Mengapa biasanya? karena hal ini belum tentu, tetapi memang biasanya pekerja remote hanya dituntut target jadi waktu ditentukan oleh pekerja itu sendiri.

#3. Penghasilan lebih besar

Ini juga tidak bisa dipukul rata, bisa jadi pekerja biasa memiliki penghasilan lebih besar dari pekerja remote, tetapi pekerja remote memiliki peluang lebih besar mendapatkan penghasilan besar karena standar lebih tinggi.

Jika di Indonesia terdapat beberapa standar seperti UMP dll, maka pekerja remote bisa membuat target sendiri asalkan didukung kemampuan yang ok!

#4. Bekerja sambil liburan

Bayangkan kamu saat ini sedang di pantai dan menikmati minuman sambil mengerjakan pekerjaan. Ini adalah hal yang bisa kamu lakukan jika bekerja remote.

Bekerja sambil liburan, mungkin ini ungkapan yang pas untuk menggambarkan kondisi tersebut. Karena tidak memerlukan tempat, maka pekerja remote bisa mengerjakan bahkan sambil berlibur!

#5. Memiliki peluang lebih besar

Pekerja remote khususnya yang sudah bermain di level global memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan karir atau pendapatan yang lebih besar lagi. Dengan semakin banyak pengalaman dan bertemu dengan klien yang beragam, ini akan memberikan peluang lebih besar bagi pekerja remote.

Ya, jadi itu tadi beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan jika bekerja secara remote. Tertarik menjadi pekerja remote?

Jenis Investasi Yang Bisa Dicoba Oleh Mahasiswa

Jenis Investasi Yang Bisa Dicoba Oleh Mahasiswa

Yang muda yang berkarya. Ungkapan ini menunjukkan bagaimaan peran pemuda sangat besar sehingga diharapkan untuk mampu berkontribusi melalui berbagai bidang yang digeluti.

Mahasiswa sendiri merupakan gelar yang disandang oleh mereka yang sedang menjalankan akademisi untuk mencapai gelar sesuai bidang yang dipilih. Menjadi mahasiswa bisa dikatakan sebagai salah satu hal besar dalam kehidupan bagi banyak orang. Memang benar jika kesuksesan tidak bisa diukur dengan ia kuliah atau tidak, tapi kuliah bisa menjadi jalan untuk menuju hal tersebut.

Kali ini, kita tidak akan membahas lebih dalam mengenai serba serbi kuliah tetapi kali ini yang akan dibahas adalah tentang jenis investasi yang cocok untuk mahasiswa.

Sebagai mahasiswa yang dicitrakan belum berpenghasilan, tak jarang membuat mahasiswa jarang sekali memikirkan untuk memulai melakukan investasi sejak dini. Memang untuk beberapa investasi dibutuhkan modal yang cukup besar, tetapi ada pula jenis investasi dengan modal kecil yang bisa dicoba oleh kamu yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa.

Berikut jenis investasi yang bisa kamu coba saat menjadi mahasiswa.

#1. Trading forex

Trading Forex merupakan aktivitas jual/beli mata uang asing yang bisa dilakukan secara online saat ini. Dengan memanfaatkan naik/turun harga mata uang, kamu bisa mencoba berinvestasi tentunya dengan mempelajari teknis dan analisis lainnya.

Jenis invesatsi tradix forex ini bisa menjadi pilihan bagi kamu yang masih berstatus sebagai mahasiswa.

#2. Trading saham

Jika tadi kamu bisa mencoba melakukan jual/beli mata uang, maka hal lain yang juga bisa kamu lakukan untuk berinvestasi saat menjadi mahasiswa adalah trading saham.

Kamu bisa membeli berbagai saham yang disedikan oleh perusahaan terbuka. Dari saham tersebut, kamu bisa mendapatkan keuntungan dengan hasil bagi keuntungan atau menjual harga saham diatas nilai beli.

#3. Reksa dana

Resksana dana akhir-akhir ini menjadi salah satu pilihan investasi yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai platform untuk mulai bisa berinvestasi reksa dana menjadi salah satu alasannya.

Kamu yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa bisa mencoba jenis investasi ini.

#4. Emas

Ini adalah jenis investasi yang sudah ada dan masih terus diminati hingga saat ini. Apalagi kalau bukan membeli emas sebagai aset guna memanfaatkan untuk investasi jangka panjang.

Saat ini ada banyak layanan untuk membeli emas bahkan secara online. Untuk membeli emas ini sendiri bahkan bisa dibeli mulai dari 0.001 gram yang otomatis terjangkau bagi mahasiswa.

Dari 4 jenis investasi diatas, kamu yang saat ini masih mahasiswa sebisa mungkin sudah mencoba untuk terjun langsung. Tidak butuh dana besar, kamu bisa melakukan jenis investasi diatas dengan modal terbatas. Lebih penting lagi, kamu memang harus mulai mempelajari tentang berbagai jenis investasi karena ini sangatlah penting. Salam sukses!

Berminat Bisnis Waralaba? yuk Cari Tahu Kelebihan & Kekurangannya

Berminat Bisnis Waralaba? yuk Cari Tahu Kelebihan & Kekurangannya

Bagi Anda yang baru saja ingin terjun ke dunia bisnis dan usaha, mungkin Anda sudah pernah mendengar istilah ‘Franchise’ atau Waralaba dalam bahasa Indonesia. Bisnis ini menjadi sangat populer karena menawarkan kemudahan serta keuntungan maksimal bagi mereka yang terjun kesana.

Seperti bisnis atau usaha pada umumnya, Waralaba tentu saja bukan sesuatu yang bebas resiko. Dimana ada keuntungan, disana pula terdapat resiko yang bisa merugikan bisnis itu juga.

Sebelum lebih jauh, mari kita pahami dahulu tentang apa itu bisnis waralaba.

Bisnis Waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan[https://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba]. Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa seseorang yang terjun ke bisnis Waralaba bisa menjual produk atau jasa orang lain bahkan yang sudah memiliki brand besar sekalipun.

Setelah mengetahui tentang apa itu bisnis Waralaba, selanjutnya apa?

Setelah mengetahui hal tersebut dan Anda mungkin tertarik, Anda juga harus mengetahui kelebihan dan kekurangan bisnis seperti ini. Kami akan memaparkan beberapa kelebihan dan kelemahan dari bisnis Waralaba ini.

Kelebihan Waralaba

#1. Manajemen bisnis telah terbangun

Keuntungan yang bisa didapatkan ketika Anda memutuskan bergabung di bisnis Waralaba adalah Anda tidak perlu repot-repot membangun sistem manajemen bisnis lagi.

Anda bisa memiliki bisnis dengan bendera brand besar yang sudah teruji memiliki manajemen bisnis yang baik. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi membuat manajemen dan memikirkan model bisnis untuk keberlangsungan bisnis.

#2. Kerjasama telah terbangun

Waralaba telah memiliki jaringan bisnis yang telah dibangun dengan sangat baik. Jika Anda memutuskan ingin berbisnis biasa, mencari kerjasa tentu menjadi hal yang tidak mudah, Waralaba menawarkan kemudahan karena perusahaan Waralaba tentu sudah memiliki banyak kerjasama sehingga Anda tak perlu memikirkan tentang suplier dll.

#3. Dukungan yang kuat

Bagi Anda yang tergabung dalam bisnis Waralaba tertentu, Anda bisanya akan mendapatkan pelatihan mulai dari manajemen finansial, pemasaran, periklanan serta dukungan lain.

Kekurangan Waralaba

#1. Kendali yang lemah

Anda memang telah memiliki bisnis Waralaba, tetapi disini Anda hanya merupakan mitra dan tidak memiliki kendali penuh terhadap bisnis utamanya.

Sistem dan hal krusial lain tidak berada dibawah kendali Anda, sehingga Anda tidak bisa melakukan banyak hal dalam menentukan arah berlangsungnya perusahaan inti.

#2. Terikat dengan suplier tertentu

Karena Anda tergabung dengan Waralaba, Anda juga mau tidak mau hanya boleh bekerjasama dengan suplier yang telah ditentukan. Hal ini bisa merugikan karena misal Anda bisa mendapatkan suplier yang lebih murah.

#3. Reputasi tergantung Waralaba lain

Jika orang lain yang juga memiliki Waralaba yang sama dan terjadi masalah, bisnis Waralaba yang Anda miliki juga mau tidak mau akan terkena imbas yang sama.

#4. Biaya dan potongan Waralaba

Dibalik kemudahan yang ditawarkan, Anda harus mengeluarkan biaya untuk pembelian Waralaba, biaya pelatihan dll. Selain itu, keuntungan yang Anda dapatkan juga akan dipotong sesuai dengan kesepakatan kerjasama yang ditentukan diawal.

Dampak Negatif Menikah Dini Bagi Finansial

Dampak Negatif Menikah Dini Bagi Finansial

Pernikahan menjadi bukti nyata dari cinta yang sesungguhnya. Pernikahan juga merupakan sebuah hubungan sah yang diharapkan bisa bertahan hingga akhir hayat nanti.

Berbicara tentang pernikahan, ada banyak hal yang bisa dibahas. Salah satu yang marak akhir-akhir ini di Indonesia adalah gerakan yang mengajak untuk menikah dini.

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan saat usia masih sangat muda. Tak jarang pernikahan dini ini membuat banyak orang tercengang lantaran pasangan tersebut dianggap belum layak untuk menyandang beban sebagai pasangan suami-istri.

Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, laki-laki boleh menikah saat menginjak umur 19 tahun, sedangkan untuk perempuan saat menginjak umur 16 tahun. Hal ini berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1974, tentang Perkawinan Bab 2 Pasal 7 Ayat 1.

Tentu saja menikah dini sah-sah saja, tetapi tentu segala sesuatu apalagi yang menyangkut pernikahan harus dipikirkan secara matang. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah dari sisi finansial.

Tak bisa dipungkiri, pernikahan bukan hanya sekedar cinta-cintaan – tetapi pernikahan juga harus meruju akal sehat semisal untuk nafkah yang sudah menyangkut masalah finansial.

Ada beberapa dampak negatif finansial yang bisa terjadi bagi mereka yang menikah dini seperti :

#1. Hanya mengandalkan gaji suami

Ya, mencari nafkah dan memenuhi finansial merupakan tugas utama seorang suami. Pasangan muda biasanya hanya mengandalkan gaji suami untuk menjalani bahtera rumah tangganya.

Permasalahan timbul ketika ternyata kebutuhan dan pengeluaran saat menikah lebih besar dan gaji yang didapat pas-pasan atau bahkan kekurangan. Hal ini akhirnya menimbulkan permasalahan pada hubungan pasangan muda tersebut.

#2. Belum memiliki tabungan/aset

Saat menikah, tak sedikit pasangan muda tersebut belum memiliki tabungan atau aset sehingga mereka harus memenuhi kebutuhannya dengan mengadalkan gaji saja.

Belum memiliki tabungan/aset tentu saja beresiko karena biaya ketika sudah berumah tangga akan lebih besar. Ini belum lagi ketika pasangan tersebut sudah dikaruniai anak sehingga sangat sangat beresiko menikah tanpa memiliki tabungan/aset.

#3. Tanggungan suami banyak

Tak jarang laki-laki yang telah menikah bukan hanya membiayai istri dan anaknya saja, tetapi bisa saja ia juga membiayai orang tua atau saudara-saudaranya.

Tanggungan ini membuat suami harus membagi penghasilannya untuk memenuhi berbagai pengeluaran tersebut dan sering menimbulkan permasalahan.

Memang setiap pasangan bisa saja mengalami permasalahan finansial baik ketika menikah muda atau saat usia telah matang – meski begitu, kedewasaan berpikir khususnya untuk faktor finansial biasanya bisa didapat ketika memasuki usia matang.

Apa pun pilihan kamu, selalu biasakan untuk hidup sederhana dan tidak termasuk orang-orang yang boros.

Ini Regulasi Terbaru OJK Untuk Fintech

Ini Regulasi Terbaru OJK Untuk Fintech

Perkembangan Fintech di Indonesia terbilang sangat signifikan. Kemudahan yang ditawarkan oleh Fintech membuat banyak masyarakat Indonesia tertarik menggunakan jasa dari berbagai perusahaan yang membuat produk dalam bidang Fintech.

Seperti yang sudah diketahui, Fintech merupakan pemanfaatan teknologi untuk bidang keuangan. Adanya teknologi membuat banyak kemudahan bagi berbagai sektor keuangan, ini pula yang dilihat oleh banyak perusahaan dan pada akhirnya mencoba peruntungan mendirikan perusahaan yang bergerak dalam bidang ini.

Inovasi akan selalu lebih dahulu muncul daripada regulasi, hal ini pula yang juga dialami oleh Fintech.

Seperti inovasi-invoasi yang sudah pernah ada, biasanya pemerintah akan mempelajari terlebih dahulu sebelum membuat peraturan(regulasi) mengenai hal ini.

Maraknya perusahaan yang tidak terverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan(OJK) membuat masyarakat diminta untuk mewaspadai berbagai produk Fintech yang bermunculan. Masyarakat diminta untuk mengikuti perkembangan mengenai informasi Fintech dan regulasi terbaru dari OJK.

Baru-baru ini, OJK mengeluarkan regulasi baru sehingga masyarakat diminta untuk lebih memahami sebelum menggunakan jasa dari berbagai perusahaan Fintech.

Poin baru apa saja yang dikeluarkan oleh OJK terkait jasa Fintech? berikut kami beberkan!

#1. Pengawasan dan pemeliharaan ekosistem Fintech

Untuk setiap Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang belum mendapatkan nomor pencatatan, maka Inovasi Keuangan Digital (IKD) belum boleh dilakukan. Hal ini karena untuk menjaga ekosistem sehat pada bidang Fintech.

Menjaga ekosistem Fintech sangat penting karena semua pihak turut andil dalam perputaran roda ekonomi ini.

#2. Menginisiasi Fintech center

Pentingnya membuat Fintech center merupakan hal yang juga diperhatikan oleh OJK. Pihak ini meminta dibuatnya Fintech center guna bisa menjalin informasi antara pemilik otoritas dan pelaku IKD.

#3. Peningkatan literasi dan inklusi

OJK juga meminta penyelenggara IKD mengadakan berbagai kegiatan literasi dan inklusi tentang keuangan. Ini merupakan langkah guna membuat pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat.

#4. Menyediakan customer service berbasis teknologi

Ini sebenarnya hampir semua pegiat Fintech telah memilikinya, tetapi masih ada beberapa pelaku Fintech yang belum memiliki customer services berbasis teknologi yang memudahkan berbagai komplain, pertanyaan atau hal lainny terkait Fintech.

#5. Menerapkan prinsip dasar perlindungan konsumen

Pelaku Fintech diharapakn bisa menerapkan perlindungan terhadap konsumen seperti transparansi, perlakuan secara adil, keandalan, kerahasiaan serta keamanan terhadap data maupun informasi dari konsumen.

Dengan penerapan hal ini, konsumen akan merasakan perlindungan lebih baik dan bisa menjadi hal penting.

Poin lainnya

Beberapa poin lainnya bisa Anda cek melalui Peraturan OJK No. 13/POJK.02/2018.

Mengenal Jenis Investasi Syariah

Mengenal Jenis Investasi Syariah

Saat ini, investasi menjadi salah satu hal yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Kemudahan berinvestasi serta banyaknya pilihan investasi membuat banyak masyarakat Indonesia tertarik untuk memiliki investasi.

Berbicara tentang investasi, tahukah kamu bahwa saat ini juga tengah tren jenis invetasi syariah?

Investasi syariah sendiri merupakan investasi namun menggunakan prinsip dasar hukum syariah Islam. Dan seperti halnya bank syariah, ini juga bukan hanya diperuntukkan bagi mereka yang beragama Islam saja – karena pada dasarnya, ini hanya seperti investasi biasa namun menggunakan prinsip yang berbeda dengan investasi konvensional pada umumnya.

Sama seperti investasi konvensional, investasi syariah juga memiliki banyak jenis investasinya. Beberapa bentuk investasi syariah akan kami bahas dibawah.

#1. Saham syariah

Di Indonesia, ada Jakarta Islamic Index yang merupakan saham yang bisa dibeli dengan menggunakan prinsip syariah. Prinsip syariah disini untuk saham adalah kepemilikan saham dikenal dengan kepemilikian atas perusahaan bukan saham dengan hak istimewa.

#2. Obligasi syariah

Jenis investasi kali ini juga sudah umum ditemui dalam investasi konvensional. Obligasi syariah menerapkan prinsip sertifikitat yang diterbitkan untuk kepemilikan sang investor.

#3. Deposito syariah

Umumnya, deposito di bank konvensional hanya menyimpan sejumlah uang dalam periode waktu tertentu – dan pada waktu pengambilan maka si pemilik uang(investor) akan mendapatkan sejumlah uang(bunga) dari kesepakatan awal. Tetapi pada saat penyetoran uang tadi, kita tidak mengetahui uang yang digunakan untuk apa dan kemana.

Sementara deposito syariah memiliki prinsip yang lebih jelas. Si investor yang menyetorkan uang akan menerima informasi sangat jelas tentang kemana uang akan digunakan, uang yang digunakan untuk usaha dan keuntungan dari usaha yang dijalankan tersebutlah yang akan dibagikan kepada investor.

#4. Reksadana syariah

Bentuk lain dari investasi syariah adalah reksadana syariah. Ini merupakan sekelompok investor yang berjalan untuk bidang syariah. Di Indonesia, PT. Danareksa sudah menerapkan hal ini.

#5. Pasar modal syariah

Mirip seperti pasar modal konvensional, tetapi pasar modal syariah memiliki prinsip untuk melarang jenis perbedaan saham hingga kerugian ditanggung bersama.