Pinjam Uang Karena Kurang Biaya Untuk Nikah?

Pinjam Uang Karena Kurang Biaya Untuk Nikah?

Di Indonesia, menikah bagi sebagian orang khususnya yang memiliki keuangan yang tidak begitu baik menganggap pernikahan adalah hal yang sangat ‘mengerikan’. Ini mungkin disebabkan dengan biaya pernikahan yang memang sangat mahal.

Pernikahan di Indonesia biasanya diselenggarakan denga resepsi dan ini yang menyebabkan biaya pernikahan bisa menjadi mahal.

Sebenarnya, pernikahan tidak mewajibkan resepsi seperti umumnya diselenggarakan, tetapi kebudayaan serta faktor lain membuat pernikahan di Indonesia seakan mewajibkan diadakannya resepsi pernikahan. Ini sebenarnya sah-sah saja, tetapi perlu pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk membuat resepsi pernikhan.

Tentang hal ini, ada beberapa pasangan yang sudah membuat tabungan khusus untuk menikah. Ada beberapa calon suami-istri yang bahkan membuat tabungan bersama untuk menabung biaya pernikahan.

Namannya kehidupa, terkadang tidak berjalan sesuai rencana begitu pula rencana pernikahan. Tak jarang waktu yang sudah direncanakan sudah mendekat, tetapi dana yang dimiliki masih kurang. Apa yang harus dilakukan?

Saat ini, beberapa bank memiliki program pinjaman untuk pernikahan. Yang menjadi pertanyaan, perlukah meminjam uang di bank untuk menikah? jawabannya adalah tergantung kondisi.

Sebenarnya, akan lebih baik jika tidak meminjam uang saat melangsungkan pernikahan. Alasannya sangat sederhana, karena setelah menikah kita tidak perlu langsung stres karena memikirkan utang akibat biaya pernikahan.

Nah, jika begitu – solusi berikut mungkin bisa membantu Anda dan pasangan yang akan menikah tetapi tidak ingin berhutang di bank.

#1. Menggeser tanggal

Sebelum menikah, biasanya akan ada pembicaraan mengenai tanggal untuk dilangsungkannya pernikahan. Sebaiknya siapkan segala sesuatu termasuk masalah uang sebelum menyebarkan undangan.

Dengan menerapkan hal ini, jika tanggal yang ditargetkan mendekati dan uang belum mungkinkan, Anda dan pasangan bisa menggeser tanggal dan menunda terlebih dahulu.

#2. Membuat daftar prioritas

Untuk membuat pesta pernikahan, biasanya pasangan akan menggunakan jasa WO. Untuk harga WO sendiri beragam tergantung vendor dan jenis paket yang dipilih.

Pastikan Anda dan pasangan memilih vendor dan paket yang tepat. Prioritaskan hal-hal penting seperti makanan dan dekorasi pengantin.

#3. Memangkas biaya pernikahan

Jika waktu pernikahan telah dekat dan biaya kurang, mungkin sebaiknya Anda melakukan audit untuk melihat adakah hal yang bisa dipangkas?

Jika ada beberapa hal yang bisa dipangkas, ini membuat Anda bisa memangkas pengeluaran untuk melangsungkan pesta pernikahan sehingga tidak perlu diundur.

#4. Mencari pemasukan lain

Jika Anda bersikeras untuk tetap mengadakan pesta pernikahan dan ingin tampil mewah, maka hal lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari pemasukan lain.

Mencari pemasukan lain atau tambahan menjadi solusi lain yang bisa Anda gunakan. Tetapi ini tentu akan menyita waktu Anda lebih banyak.

#5. Resepsi sederhana saja

Meskipun mungkin dengan membuat pesta pernikahan mewah akan memberikan kebanggaan tersendiri, tetapi sejatinya pernikahan bukan hanya tentang pesta pernikahan mewah.

Esensi dari pernikahan bukan tentang pesta mewah, tetapi tentang ikatan dari 2 hati yang kini resmi menjadi pasangan resmi. Untuk itu, jika Anda mengalami kekurangan dana, sebaiknya adakan resepsi pernikahan sederhan saja.

Kerja Remote, Cara Kerja Jaman Now

Kerja Remote, Cara Kerja Jaman Now

Pernahkah kamu mendengar istilah ‘kerja remote’? bukan bukan, ini maksudnya bukan seseorang yang bekerja menekan remote tv atau sejenis ya! ūüėÄ

Kerja remote merupakan definisi bagi seseorang yang bekerja dari jarak jauh(remote) sehingga tidak memerlukan kehadiran langsung secara fisik seperti pekerja pada umumnya. Kerja remote ini semakin berkembang dan diminati khususnya karena perkembangan teknologi seperti internet yang terus berkembang pesat.

Di Indonesia, tren bekerja remote sendiri tampaknya akan terus berkembang. Dengan keunggulan yang dimiliki, kerja remote banyak menjadi incaran oleh masyarakat milenial.

Bagaimana tidak, hanya bekerja dari rumah/kafe/tempat lain bisa menghasilkan uang yang tak kalah dengan pekerja pada umumnya.

Memang, tidak bisa dikatakan jika pekerja remote selalu memiliki keunggulan dalam banyak hal dibanding pekerja biasa, tetapi ada beberapa keunggulan bekerja remote yang membuat pekerjaan remote merupakan cara bekerja jaman now yang banyak digandrungi.

Kali ini, kami tidak akan membahas sisi negatif dari bekerja remote. Ya, tak bisa dipungkiri, apa pun itu selalu saja ada negatifnya bukan?

Kami ingin membahas mengenai apa saja keunggulan jika kamu bekerja sebagai pekerja remote.

#1. Tidak perlu macet-macetan!

Karena tidak perlu ke kantor secara fisik, jadi bekerja remote tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama di jalan seperti pekerja pada umumnya. Pekerja remote bisa mengerjakan pekerjaan dari mana saja termasuk rumah, sehingga tidak perlu keluar rumah untuk bekerja.

Memang, terkadang rasa jenuh mengerjakan pekerjaan di rumah bisa menghampiri. Sesekali keluar rumah dan kena macet tentu bukan suatu masalah besar bukan?

#2. Waktu fleksibel

Hal lain yang bisa didapatkan dengan bekerja remote adalah biasanya memiliki waktu yang lebih fleksibel. Mengapa biasanya? karena hal ini belum tentu, tetapi memang biasanya pekerja remote hanya dituntut target jadi waktu ditentukan oleh pekerja itu sendiri.

#3. Penghasilan lebih besar

Ini juga tidak bisa dipukul rata, bisa jadi pekerja biasa memiliki penghasilan lebih besar dari pekerja remote, tetapi pekerja remote memiliki peluang lebih besar mendapatkan penghasilan besar karena standar lebih tinggi.

Jika di Indonesia terdapat beberapa standar seperti UMP dll, maka pekerja remote bisa membuat target sendiri asalkan didukung kemampuan yang ok!

#4. Bekerja sambil liburan

Bayangkan kamu saat ini sedang di pantai dan menikmati minuman sambil mengerjakan pekerjaan. Ini adalah hal yang bisa kamu lakukan jika bekerja remote.

Bekerja sambil liburan, mungkin ini ungkapan yang pas untuk menggambarkan kondisi tersebut. Karena tidak memerlukan tempat, maka pekerja remote bisa mengerjakan bahkan sambil berlibur!

#5. Memiliki peluang lebih besar

Pekerja remote khususnya yang sudah bermain di level global memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan karir atau pendapatan yang lebih besar lagi. Dengan semakin banyak pengalaman dan bertemu dengan klien yang beragam, ini akan memberikan peluang lebih besar bagi pekerja remote.

Ya, jadi itu tadi beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan jika bekerja secara remote. Tertarik menjadi pekerja remote?

Jenis Investasi Yang Bisa Dicoba Oleh Mahasiswa

Jenis Investasi Yang Bisa Dicoba Oleh Mahasiswa

Yang muda yang berkarya. Ungkapan ini menunjukkan bagaimaan peran pemuda sangat besar sehingga diharapkan untuk mampu berkontribusi melalui berbagai bidang yang digeluti.

Mahasiswa sendiri merupakan gelar yang disandang oleh mereka yang sedang menjalankan akademisi untuk mencapai gelar sesuai bidang yang dipilih. Menjadi mahasiswa bisa dikatakan sebagai salah satu hal besar dalam kehidupan bagi banyak orang. Memang benar jika kesuksesan tidak bisa diukur dengan ia kuliah atau tidak, tapi kuliah bisa menjadi jalan untuk menuju hal tersebut.

Kali ini, kita tidak akan membahas lebih dalam mengenai serba serbi kuliah tetapi kali ini yang akan dibahas adalah tentang jenis investasi yang cocok untuk mahasiswa.

Sebagai mahasiswa yang dicitrakan belum berpenghasilan, tak jarang membuat mahasiswa jarang sekali memikirkan untuk memulai melakukan investasi sejak dini. Memang untuk beberapa investasi dibutuhkan modal yang cukup besar, tetapi ada pula jenis investasi dengan modal kecil yang bisa dicoba oleh kamu yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa.

Berikut jenis investasi yang bisa kamu coba saat menjadi mahasiswa.

#1. Trading forex

Trading Forex merupakan aktivitas jual/beli mata uang asing yang bisa dilakukan secara online saat ini. Dengan memanfaatkan naik/turun harga mata uang, kamu bisa mencoba berinvestasi tentunya dengan mempelajari teknis dan analisis lainnya.

Jenis invesatsi tradix forex ini bisa menjadi pilihan bagi kamu yang masih berstatus sebagai mahasiswa.

#2. Trading saham

Jika tadi kamu bisa mencoba melakukan jual/beli mata uang, maka hal lain yang juga bisa kamu lakukan untuk berinvestasi saat menjadi mahasiswa adalah trading saham.

Kamu bisa membeli berbagai saham yang disedikan oleh perusahaan terbuka. Dari saham tersebut, kamu bisa mendapatkan keuntungan dengan hasil bagi keuntungan atau menjual harga saham diatas nilai beli.

#3. Reksa dana

Resksana dana akhir-akhir ini menjadi salah satu pilihan investasi yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai platform untuk mulai bisa berinvestasi reksa dana menjadi salah satu alasannya.

Kamu yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa bisa mencoba jenis investasi ini.

#4. Emas

Ini adalah jenis investasi yang sudah ada dan masih terus diminati hingga saat ini. Apalagi kalau bukan membeli emas sebagai aset guna memanfaatkan untuk investasi jangka panjang.

Saat ini ada banyak layanan untuk membeli emas bahkan secara online. Untuk membeli emas ini sendiri bahkan bisa dibeli mulai dari 0.001 gram yang otomatis terjangkau bagi mahasiswa.

Dari 4 jenis investasi diatas, kamu yang saat ini masih mahasiswa sebisa mungkin sudah mencoba untuk terjun langsung. Tidak butuh dana besar, kamu bisa melakukan jenis investasi diatas dengan modal terbatas. Lebih penting lagi, kamu memang harus mulai mempelajari tentang berbagai jenis investasi karena ini sangatlah penting. Salam sukses!

Berminat Bisnis Waralaba? yuk Cari Tahu Kelebihan & Kekurangannya

Berminat Bisnis Waralaba? yuk Cari Tahu Kelebihan & Kekurangannya

Bagi Anda yang baru saja ingin terjun ke dunia bisnis dan usaha, mungkin Anda sudah pernah mendengar istilah ‘Franchise’ atau Waralaba dalam bahasa Indonesia. Bisnis ini menjadi sangat populer karena menawarkan kemudahan serta keuntungan maksimal bagi mereka yang terjun kesana.

Seperti bisnis atau usaha pada umumnya, Waralaba tentu saja bukan sesuatu yang bebas resiko. Dimana ada keuntungan, disana pula terdapat resiko yang bisa merugikan bisnis itu juga.

Sebelum lebih jauh, mari kita pahami dahulu tentang apa itu bisnis waralaba.

Bisnis Waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan[https://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba]. Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa seseorang yang terjun ke bisnis Waralaba bisa menjual produk atau jasa orang lain bahkan yang sudah memiliki brand besar sekalipun.

Setelah mengetahui tentang apa itu bisnis Waralaba, selanjutnya apa?

Setelah mengetahui hal tersebut dan Anda mungkin tertarik, Anda juga harus mengetahui kelebihan dan kekurangan bisnis seperti ini. Kami akan memaparkan beberapa kelebihan dan kelemahan dari bisnis Waralaba ini.

Kelebihan Waralaba

#1. Manajemen bisnis telah terbangun

Keuntungan yang bisa didapatkan ketika Anda memutuskan bergabung di bisnis Waralaba adalah Anda tidak perlu repot-repot membangun sistem manajemen bisnis lagi.

Anda bisa memiliki bisnis dengan bendera brand besar yang sudah teruji memiliki manajemen bisnis yang baik. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi membuat manajemen dan memikirkan model bisnis untuk keberlangsungan bisnis.

#2. Kerjasama telah terbangun

Waralaba telah memiliki jaringan bisnis yang telah dibangun dengan sangat baik. Jika Anda memutuskan ingin berbisnis biasa, mencari kerjasa tentu menjadi hal yang tidak mudah, Waralaba menawarkan kemudahan karena perusahaan Waralaba tentu sudah memiliki banyak kerjasama sehingga Anda tak perlu memikirkan tentang suplier dll.

#3. Dukungan yang kuat

Bagi Anda yang tergabung dalam bisnis Waralaba tertentu, Anda bisanya akan mendapatkan pelatihan mulai dari manajemen finansial, pemasaran, periklanan serta dukungan lain.

Kekurangan Waralaba

#1. Kendali yang lemah

Anda memang telah memiliki bisnis Waralaba, tetapi disini Anda hanya merupakan mitra dan tidak memiliki kendali penuh terhadap bisnis utamanya.

Sistem dan hal krusial lain tidak berada dibawah kendali Anda, sehingga Anda tidak bisa melakukan banyak hal dalam menentukan arah berlangsungnya perusahaan inti.

#2. Terikat dengan suplier tertentu

Karena Anda tergabung dengan Waralaba, Anda juga mau tidak mau hanya boleh bekerjasama dengan suplier yang telah ditentukan. Hal ini bisa merugikan karena misal Anda bisa mendapatkan suplier yang lebih murah.

#3. Reputasi tergantung Waralaba lain

Jika orang lain yang juga memiliki Waralaba yang sama dan terjadi masalah, bisnis Waralaba yang Anda miliki juga mau tidak mau akan terkena imbas yang sama.

#4. Biaya dan potongan Waralaba

Dibalik kemudahan yang ditawarkan, Anda harus mengeluarkan biaya untuk pembelian Waralaba, biaya pelatihan dll. Selain itu, keuntungan yang Anda dapatkan juga akan dipotong sesuai dengan kesepakatan kerjasama yang ditentukan diawal.

Dampak Negatif Menikah Dini Bagi Finansial

Dampak Negatif Menikah Dini Bagi Finansial

Pernikahan menjadi bukti nyata dari cinta yang sesungguhnya. Pernikahan juga merupakan sebuah hubungan sah yang diharapkan bisa bertahan hingga akhir hayat nanti.

Berbicara tentang pernikahan, ada banyak hal yang bisa dibahas. Salah satu yang marak akhir-akhir ini di Indonesia adalah gerakan yang mengajak untuk menikah dini.

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan saat usia masih sangat muda. Tak jarang pernikahan dini ini membuat banyak orang tercengang lantaran pasangan tersebut dianggap belum layak untuk menyandang beban sebagai pasangan suami-istri.

Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, laki-laki boleh menikah saat menginjak umur 19 tahun, sedangkan untuk perempuan saat menginjak umur 16 tahun. Hal ini berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1974, tentang Perkawinan Bab 2 Pasal 7 Ayat 1.

Tentu saja menikah dini sah-sah saja, tetapi tentu segala sesuatu apalagi yang menyangkut pernikahan harus dipikirkan secara matang. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah dari sisi finansial.

Tak bisa dipungkiri, pernikahan bukan hanya sekedar cinta-cintaan – tetapi pernikahan juga harus meruju akal sehat semisal untuk nafkah yang sudah menyangkut masalah finansial.

Ada beberapa dampak negatif finansial yang bisa terjadi bagi mereka yang menikah dini seperti :

#1. Hanya mengandalkan gaji suami

Ya, mencari nafkah dan memenuhi finansial merupakan tugas utama seorang suami. Pasangan muda biasanya hanya mengandalkan gaji suami untuk menjalani bahtera rumah tangganya.

Permasalahan timbul ketika ternyata kebutuhan dan pengeluaran saat menikah lebih besar dan gaji yang didapat pas-pasan atau bahkan kekurangan. Hal ini akhirnya menimbulkan permasalahan pada hubungan pasangan muda tersebut.

#2. Belum memiliki tabungan/aset

Saat menikah, tak sedikit pasangan muda tersebut belum memiliki tabungan atau aset sehingga mereka harus memenuhi kebutuhannya dengan mengadalkan gaji saja.

Belum memiliki tabungan/aset tentu saja beresiko karena biaya ketika sudah berumah tangga akan lebih besar. Ini belum lagi ketika pasangan tersebut sudah dikaruniai anak sehingga sangat sangat beresiko menikah tanpa memiliki tabungan/aset.

#3. Tanggungan suami banyak

Tak jarang laki-laki yang telah menikah bukan hanya membiayai istri dan anaknya saja, tetapi bisa saja ia juga membiayai orang tua atau saudara-saudaranya.

Tanggungan ini membuat suami harus membagi penghasilannya untuk memenuhi berbagai pengeluaran tersebut dan sering menimbulkan permasalahan.

Memang setiap pasangan bisa saja mengalami permasalahan finansial baik ketika menikah muda atau saat usia telah matang – meski begitu, kedewasaan berpikir khususnya untuk faktor finansial biasanya bisa didapat ketika memasuki usia matang.

Apa pun pilihan kamu, selalu biasakan untuk hidup sederhana dan tidak termasuk orang-orang yang boros.

Ini Regulasi Terbaru OJK Untuk Fintech

Ini Regulasi Terbaru OJK Untuk Fintech

Perkembangan Fintech di Indonesia terbilang sangat signifikan. Kemudahan yang ditawarkan oleh Fintech membuat banyak masyarakat Indonesia tertarik menggunakan jasa dari berbagai perusahaan yang membuat produk dalam bidang Fintech.

Seperti yang sudah diketahui, Fintech merupakan pemanfaatan teknologi untuk bidang keuangan. Adanya teknologi membuat banyak kemudahan bagi berbagai sektor keuangan, ini pula yang dilihat oleh banyak perusahaan dan pada akhirnya mencoba peruntungan mendirikan perusahaan yang bergerak dalam bidang ini.

Inovasi akan selalu lebih dahulu muncul daripada regulasi, hal ini pula yang juga dialami oleh Fintech.

Seperti inovasi-invoasi yang sudah pernah ada, biasanya pemerintah akan mempelajari terlebih dahulu sebelum membuat peraturan(regulasi) mengenai hal ini.

Maraknya perusahaan yang tidak terverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan(OJK) membuat masyarakat diminta untuk mewaspadai berbagai produk Fintech yang bermunculan. Masyarakat diminta untuk mengikuti perkembangan mengenai informasi Fintech dan regulasi terbaru dari OJK.

Baru-baru ini, OJK mengeluarkan regulasi baru sehingga masyarakat diminta untuk lebih memahami sebelum menggunakan jasa dari berbagai perusahaan Fintech.

Poin baru apa saja yang dikeluarkan oleh OJK terkait jasa Fintech? berikut kami beberkan!

#1. Pengawasan dan pemeliharaan ekosistem Fintech

Untuk setiap Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang belum mendapatkan nomor pencatatan, maka Inovasi Keuangan Digital (IKD) belum boleh dilakukan. Hal ini karena untuk menjaga ekosistem sehat pada bidang Fintech.

Menjaga ekosistem Fintech sangat penting karena semua pihak turut andil dalam perputaran roda ekonomi ini.

#2. Menginisiasi Fintech center

Pentingnya membuat Fintech center merupakan hal yang juga diperhatikan oleh OJK. Pihak ini meminta dibuatnya Fintech center guna bisa menjalin informasi antara pemilik otoritas dan pelaku IKD.

#3. Peningkatan literasi dan inklusi

OJK juga meminta penyelenggara IKD mengadakan berbagai kegiatan literasi dan inklusi tentang keuangan. Ini merupakan langkah guna membuat pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat.

#4. Menyediakan customer service berbasis teknologi

Ini sebenarnya hampir semua pegiat Fintech telah memilikinya, tetapi masih ada beberapa pelaku Fintech yang belum memiliki customer services berbasis teknologi yang memudahkan berbagai komplain, pertanyaan atau hal lainny terkait Fintech.

#5. Menerapkan prinsip dasar perlindungan konsumen

Pelaku Fintech diharapakn bisa menerapkan perlindungan terhadap konsumen seperti transparansi, perlakuan secara adil, keandalan, kerahasiaan serta keamanan terhadap data maupun informasi dari konsumen.

Dengan penerapan hal ini, konsumen akan merasakan perlindungan lebih baik dan bisa menjadi hal penting.

Poin lainnya

Beberapa poin lainnya bisa Anda cek melalui Peraturan OJK No. 13/POJK.02/2018.

Mengenal Jenis Investasi Syariah

Mengenal Jenis Investasi Syariah

Saat ini, investasi menjadi salah satu hal yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Kemudahan berinvestasi serta banyaknya pilihan investasi membuat banyak masyarakat Indonesia tertarik untuk memiliki investasi.

Berbicara tentang investasi, tahukah kamu bahwa saat ini juga tengah tren jenis invetasi syariah?

Investasi syariah sendiri merupakan investasi namun menggunakan prinsip dasar hukum syariah Islam. Dan seperti halnya bank syariah, ini juga bukan hanya diperuntukkan bagi mereka yang beragama Islam saja – karena pada dasarnya, ini hanya seperti investasi biasa namun menggunakan prinsip yang berbeda dengan investasi konvensional pada umumnya.

Sama seperti investasi konvensional, investasi syariah juga memiliki banyak jenis investasinya. Beberapa bentuk investasi syariah akan kami bahas dibawah.

#1. Saham syariah

Di Indonesia, ada Jakarta Islamic Index yang merupakan saham yang bisa dibeli dengan menggunakan prinsip syariah. Prinsip syariah disini untuk saham adalah kepemilikan saham dikenal dengan kepemilikian atas perusahaan bukan saham dengan hak istimewa.

#2. Obligasi syariah

Jenis investasi kali ini juga sudah umum ditemui dalam investasi konvensional. Obligasi syariah menerapkan prinsip sertifikitat yang diterbitkan untuk kepemilikan sang investor.

#3. Deposito syariah

Umumnya, deposito di bank konvensional hanya menyimpan sejumlah uang dalam periode waktu tertentu – dan pada waktu pengambilan maka si pemilik uang(investor) akan mendapatkan sejumlah uang(bunga) dari kesepakatan awal. Tetapi pada saat penyetoran uang tadi, kita tidak mengetahui uang yang digunakan untuk apa dan kemana.

Sementara deposito syariah memiliki prinsip yang lebih jelas. Si investor yang menyetorkan uang akan menerima informasi sangat jelas tentang kemana uang akan digunakan, uang yang digunakan untuk usaha dan keuntungan dari usaha yang dijalankan tersebutlah yang akan dibagikan kepada investor.

#4. Reksadana syariah

Bentuk lain dari investasi syariah adalah reksadana syariah. Ini merupakan sekelompok investor yang berjalan untuk bidang syariah. Di Indonesia, PT. Danareksa sudah menerapkan hal ini.

#5. Pasar modal syariah

Mirip seperti pasar modal konvensional, tetapi pasar modal syariah memiliki prinsip untuk melarang jenis perbedaan saham hingga kerugian ditanggung bersama.

 

Mengelola Keuangan Untuk Single Mom

Mengelola Keuangan Untuk Single Mom

Sudah sewajarnya setiap wanita ingin memiliki rumah tangga dan memiliki anak disaat yang tepat. Mereka yang telah berkomitmen untuk berumah tangga tentu menyadari ada berbagai kemungkinan yang bisa terjadi dalam perjalanan rumah tangganya.

Pernikahan yang langgeng, harmonis dan sejenisnya tentu menjadi dambaan bagi setiap pasangan yang memutuskan untuk menikah. Pada kenyataannya, hal-hal dalam pernikahan tak bisa berjalan sesuai kemauan kita.

Bagi wanita, menjadi seorang istri dan ibu berarti memiliki peran krusial – apalagi ini ditambah jika wanita tersebut ikut mencari penghasilan untuk keluarga.

Ada kalanya, seorang wanita harus mengalami status sebagai single mom – entah itu karena memang pernikahannya yang kandas, atau mungkin suaminya yang meninggal.

Tentu saja hal-hal buruk seperti ini tidak ingin dirasakan oleh wanita mana pun di dunia ini. Tetapi faktanya, tak sedikit wanita yang harus menjadi single mom karena berbagai alasan.

Menjadi single mom berarti harus bisa memenuhi berbagai hal, ini juga termasuk soal keuangan.

Bagi single mom, dibutuhkan cara pengelolaan uang yang tepat sehingga bisa melewati fase-fase sulit khususnya untuk masalah keuangan.

Berikut beberapa tips mengelola keuangan bagi single mom yang mungkin sedang kesulitan dalam mengelola keuangannya.

1. Menambah pemasukan

Menjadi orang tua tunggal khususnya ibu tidaklah mudah. Ada banyak peran yang harus dijalani sekaligus, dan untuk masalah keuangan juga harus sangat diperhatikan.

Sebagai single mom, sebaiknya coba cari pemasukan tambahan untuk mengimbangi pengeluaran yang mungkin semakin besar.

2. Membuat anggaran dan catatan keuangan

Sangat penting untuk membuat anggaran dan mencatat berbagai pengeluaran keuangan sehingga bisa untuk mengontrol keuangan kedepannya.

Dengan membuat anggaran keuangan, Anda bisa memperkirakan keuangan yang dibutuhkan sehingga tidak perlu mengeluarkan pengeluaran yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan.

3. Sebaiknya ikut asuransi jiwa dan kesehatan

Sebagai single mom, berarti tumpuan ada pada Anda sendiri. Apabila ada hal-hal buruk terjadi, tentu ini akan membuat keluarga kecil Anda menjadi kacau.

Untuk menghindari semakin kacaunya pengeluaran ketika tertimpa hal buruk, ada baiknya Anda mengikuti program asuransi seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

4. Jangan ada utang!

Jika sebelumnya Anda memiliki hutang, sebaiknya cepat lunasi hutang tersebut!

Hutang bisa menjadi hal yang sangat mengganggu bagi keuangan. Dengan cepat melunasi hutang berarti membuat keuangan Anda lebih cepat sehat karena tidak memiliki beban hutang.

5. Belajar berinvestasi

Sebaiknya mulai pelajari bagaimana caranya berinvestasi. Ada banyak pilhan investasi saat ini yang bisa diikuti, tetapi Anda juga harus berhati-hati dengan investasi yang akan diikuti. Pastikan bahwa investasi yang Anda ikuti telah Anda pelajari lebih dalam sehingga memang menghasilkan keuntungan bukan kerugian.

Demikian beberapa tips mengelola keuangan yang bisa mulai diterapkan bagi Anda yang berstatus sebagai single mom. Stay strong and good luck!

Tanda Anda Harus Segera Memiliki Kartu Kredit

Tanda Anda Harus Segera Memiliki Kartu Kredit

Kartu kredit merupakan kartu yang bisa digunakan untuk berbagai transaksi dengan pembayaran bulanan. Dengan menggunakan kartu kredit, Anda bisa bertransaksi tanpa harus langsung membayar karena pembayaran tagihan akan dibayarkan pada tanggal pembayaran yang telah ditentukan.

Di Indonesia, masih banyak yang beranggapan bahwa kartu kredit merupakan awal dari keborosan. Ini mungkin bisa benar, tetapi bisa juga tidak. Mengapa demikian?

Kartu kredit hanyalah sebuah alternatif pembayaran dan memudahkan, jika terjadi keborosan dengan menggunakan kartu kredit, sebenarnya ini hanya faktor dari pengguna yang tidak mengatur keuangan dan banyak tergoda untuk menggunakan kartu kredit untuk transaksi yang sebenarnya tidak diperlukan.

Kapan sebenarnya atau apa tanda bagi Anda sebaiknya butuh dan mulai mempertimbangkan menggunakan kartu kredit?

1. Suka wisata kuliner

Wisata kuliner menjadi tren setidaknya yang semakin populer akhir-akhir ini. Berbagai kuliner menarik yang dibungkus dengan kemasan kekinian serta banyaknya aneka rasa yang coba ditawarkan oleh pengusaha kuliner membuat tren wisata kuliner berkembang pesat.

Jika Anda merupakan orang yang suka berwisata kuliner, maka memiliki kartu kredit bisa jadi pertimbangan penting untuk Anda, mengapa?

Biasanya tempat makan menyediakan pembayaran dengan kartu kredit, dan tidak sedikit tempat makan dan layanan kartu kredit yang menyediakan banyak promo, diskon hingga cash back bagi pemilik.

2. Suka bepergian ke luar negeri

Kartu kredit dapat digunakan bukan hanya di Indonesia saja, kartu yang sama juga dapat Anda gunakan ketika sedang berada di luar negeri.

Jika Anda suka bepergian ke luar negeri untuk berbagai alasan, memiliki kartu kredit akan memberikan kemudahan bagi Anda sebagai alternatif pembayaran yang fleksibel.

3. Pengusaha

Jika Anda memiliki usaha, khususnya yang sudah menggunakan berbagai layanan online – memiliki kartu kredit menjadi hal yang sangat diperlukan.

Pembelian barang mentah dan sebagainya yang kadang harus mendapatkannya dari luar negeri otomatis membutuhkan pembayaran dengan menggunakan kartu kredit.

4. Pecinta belanja

Jika Anda termasuk orang yang rutin berbelanja baik untuk keperluan pribadi atau dijual lagi, memiliki kartu kredit akan memberikan keuntungan dan kemudahan tersendiri.

Ada banyak promo menarik bagi pengguna kartu kredit untuk berbelanja pada toko tertentu. Jadi, jika Anda merupakan salah satu orang yang sering berbelanja, memiliki kartu kredit akan sangat memudahkan.

Dari 4 tanda diatas, apakah Anda memiliki salah satunya?

Perlu diperhatikan, penggunaan kartu kredit memang harus terus dikontrol – karena dibalik kemudahan biasanya akan membuat penggunanya terbuai sehingga sering over limit.

Rupiah Sentuh Level Terendah Dalam 20 Tahun Terakhir

Rupiah Sentuh Level Terendah Dalam 20 Tahun Terakhir

Rupiah terus alami penurunan, dan kini mencapai titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Rupiah sempat menyentuh angka 14.840  per-dollar Amerika dan ini merupakan titik terendah yang pernah dicapai oleh rupiah pasca krisis tahun 1998 silam.

Ada banyak faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah. Tentu saja ini juga berkaitan dengan beberapa perang dagang(ekonomi) yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap China dan permasalahan politik Amerika terhadap Turki. Kemerosotan rupiah juga diperparah dengan permasalahan ekonomi yang melanda Argentina sehingga menyebabkan Indonesia turut terkena imbasnya.

Bank Indonesia sendiri mencoba melakukan beberapa intervensi guna membantu rupiah kembali menguat.¬†Gubernur Bank Indonesia¬†Perry Warjiyo mengatkakan “Komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi sangat kuat, terutama stabilitas nilai tukar rupiah… kami mengintensifkan atau kami meningkatkan … volume intervensi di pasar¬†forex,”

Pelamahan rupiah sebenarnya sudah terjadi sejak awal tahun, dimana penurunan rupiah terhadap dollar AS hingga saat ini mencapai 8,7 persen.

Indonesia masih aman?

Gubernur BI, Perry Warjiyo menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih kuat dan stabil meskipiun harga nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika terus naik.

Lebih lanjut Gubernur BI tersebut menegaskan bahwa pihak BI dan pihak terkait lainnya juga terus mewaspadai manuver yang terjadi pada negara lain semisal dampak perang dagang antara Amerika-China, keterpurukan ekonomi Turki dan Argentina.

Salah satu pakar ekonom dari Universitas Indonesia(UI),Lana Soelistianingsih mengatakan pemerintah Indonesia perlu membuat kebijakan jangka pendek untuk menstabilkan dan mengembalikan nilai tukar rupiah lebih kuat. Solusi yang diusulkan oleh memang naikkan suku bunga, atau kedua bisa menjual valas dan menarik rupiah.

Selain menyarankan membuat kebijakan jangka pendek untuk mengatasi pelemahan rupiah seperti saat ini, Lana menilai pemeirntah kedepannya perlu membuat strategi jangka panjang sehingga apabila terjadi ketidakstabilan terhadap isu negara lain, rupiah lebih siap menghadapi tekanan yang ada.

Ketidak pastian pasar global sendiri memang bisa saja terus terjadi kedepannya. Untuk itu, Lana menyarankan pemerintah fokus juga membuat kebijakan jangka panjang sehingga bisa menjaga kestabilan ekonomi Indonesia meskipun banyak terjadi isu di negara lain.